Pesan Dakwah: Ibu
(PKPH, Makasar)-Pernah saya melihat ibu saya menangis. Saat itu saya masih di bangku SD. Tidak tahu apa.sebabnya. Namun setelah itu tdak lagi. Ibu selalu gembira melayani ayah serta kami tujuh bersaudara, anak-anaknya, dan memperhatikan makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya. Setiap hari kami mendapat perhatian ibu di rumah. Kami seakan dimanja dan dilayani dengan sepenuh hati.
Memiliki ibu yang berada di rumah sepanjang hari sudah jarang kita temukan di zaman ini. Seorang ibu sepertinya dituntut lebih dari sekedar merawat dan menjaga keluarganya. Ada ibu yang terpaksa harus bekerja seharian di luar rumah. Pekerjaannya diganti oleh mesin dan bantuan tangan lainnya. Tidak sedikit ibu di perkotaan yang harus berangkat sebelum anaknya bangun dan tiba di rumah saat anaknya sudah tidur. Tidak salah kalau dikatakan bahwa generasi ini kehilangan kasih sayang ibu yang sempurna.
Allah memberi perhatian kepada profesi seorang ibu. Ibu yang ikhlas beribadah dan menjaga kehormatannya dijamin masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki. Ibu yang taat kepada suaminya dan melahirkan anak-anak shaleh shalehah juga mendapat ampunan dan balasan yang besar di sisi Allah. Kesetiaan dan keikhlasan seorang ibu pasti diberkahi Allah.
Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Wawashshainal insaana biwaalidaihi ihsaanaa. Hamalathu ummuhuu kurhaw wawadha'athu kurhaa.. (QS Al-Ahqaaf 46:15). Artinya: Dan Kami peringatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
JADILAH IBU YANG DICINTAI ANAK DAN SUAMI DAN BERHARAPLAH BERKAH HANYA DARI ALLAH.
by: Prof Veni Hadju
Tags :