×
Pusat Kajian Produk Halal UNMA Banten memiliki aplikasi android pecarian produk yang sudah bersertifikat halal. silakkan di download Apk Android PKPH

Muhasabah Akhir Tahun 1442H Menuju 1443H

(PKPH, Pandeglang)-Waktu berjalan begitu sangat cepat berlalu. Baru tahun kemarin berjalan, sekarang sudah akan berganti tahun lagi. Kita sebenarnya kesempatan waktu yang sama dari Allah, 24 jam dalam sehari semalam, 7 hari dalam sepekan, dan 12 bulan dalam setahun.

Hanya pertanyaannya adalah apakah hari-hari yang kita lalui itu membawa perubahan yang lebih baik pada diri kita? Ataukah justru semakin hari malah semakin buruk, terutama dalam ibadah dan dalam kebaikan. Sementara umur terus bertambah, batas jatah usia justru semakin berkurang.

Maka, akhir yang baik, atau Husnul Khotimah adalah menjadi harapan terbesar kita. Untuk itu marilah kita melakukan muhasabah menghadapi masa-masa di hadapan.
Allah mengingatkan kita di dalam ayat-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ () وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hasyr : 18-19).

Tentang pentingnya muhasabah atau evaluasi diri ini, Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata:

حَاسِبُوْا أَنْفُوْسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا

Artinya: “Hitung-hitunglah diri kalian sebelum kalian dihitung (oleh Allah)”.

Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulûmuddîn  menyamakan Muhasabah diri dengan pedagang yang menghitung kerugian dan laba yang dihasilkan dalam satu rentang waktu tertentu. Ketika keuntungan yang didapat, ia mensyukuri dan berusaha meningkatkannya.  Demikian pun ketika merugi, ia akan mencari penyebabnya dan berusaha untuk tidak mengulanginya pada masa yang akan datang.

Begitulah, mukmin yang berakal seharusnya melakukan hal yang sama terhadap amal perbuatannya di dunia selama ini. Hal ini diingatkan oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sabdanya:

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ

Artinya: “Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah akalnya adalah orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya dan ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (HR At-Tirmidzi).

Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Aamiin.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah. 

Ali Farkhan Tsani, Pengasuh Pengajian Qolbun Salim, Pondok Pesantren Nurul Jannah AlBantani, Taman Jaya Ujung Kulon Pandeglang.


Tags :

Bagikan ke :
Bagikan ke :