×
Pusat Kajian Produk Halal UNMA Banten memiliki aplikasi android pecarian produk yang sudah bersertifikat halal. silakkan di download Apk Android PKPH

Menghayati Makna Hijrah

(PKPH, Pandeglang)-Kata hijrah (هِجْرَةٌ) berasal dari akar kata hajara (هَجَرَ) yang berarti berpindah (tempat, keadaan, atau sifat), atau memutuskan, yakni memutuskan hubungan antara dirinya dengan pihak lain, atau panas menyengat, yang memaksa pekerja meninggalkan pekerjaannya.

 Dalam pengertian syar'i, hijrah berarti, "perpindahan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersama para sahabatnya dari Mekkah menuju Madinah, tahun ke-13 dari masa kenabiannya".

Atau "perpindahan dalam rangka meninggalkan kampung kemusyrikan menuju suatu kampung keimanan, dalam rangka melakukan pembinaan dan pendirian masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Atau meninggalkan tempat, keadaan, atau sifat yang tidak baik, menuju yang baik di sisi Allah dan Rasul-Nya (kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi). (Hijrah Sebagai Awal Kebangkitan Islam dan Komunitas Muslim. Prof. Dr. H. Mardan, M.Ag. UIN Alauddin Makasar, 2020).

Dalam al-Qur’an, kata hijrah dengan segala bentuk kata jadiannya, digunakan sebanyak 31 kali, dengan mengacu kepada makna-makna sebagai berikut:

  1. Perintah meninggalkan keburukan dan kemaksiatan (QS al-Muddatstsir,74:5);  “Dan perbuatan dosa tinggalkanlah”.
  2. berpaling dari isteri yang tidak patuh (QS al-Nisâ',4:34);  “dan pisahkanlah mereka di  tempat tidur mereka”.
  3. meninggalkan orang-orang yang tidak beriman dengan cara  yang baik, tanpa melukai hati mereka (QS al-Muzammil,73:10);  “Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.”
  4. Kembali kepada  Allah dengan harapan mendapatkan hidayah-Nya (QS al-Ankabût, 29:26);  "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku)”.
  5. Meninggalkan tempat, keadaan, atau sifat, karena menuntut ridha' Allah. (QS al-Nisâ'/4:89). “Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah.”

Pada ayat-ayat tersebut Allah mengaitkan kata hijrah dengan jihad. Hal ini menunjukkan bahwa tercapai atau tidaknya tujuan hijrah adalah sangat bergantung pada sejauh mana dan sebesar apa semangat kejuangan yang diberikan ketika berhijrah.

Dengan demikian, hijrah membutuhkan jihad dan niat yang benar hanya karena Allah. Jadi, hijrah yang benar adalah yang didasarkan atas niat yang benar karena Allah.

Hijrah Menurut Hadits

 "Muslim adalah orang yang menyelamatkan semua orang muslim dari lisan dan tangannya. Dan Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah". (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhu).

Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena  Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu).

 Semoga semangat, etos dan amaliyah hijrah di Tahun Baru Islam 1443 ini semakin meningkat dalam ridha Allah. Aamiin.

 Ali Farkhan Tsani, Pengasuh  Pondok Pesantren Nurul Jannah AlBantani , Taman Jaya, Ujung kulon Pandeglang Banten


Tags :

Bagikan ke :
Bagikan ke :