×
Pusat Kajian Produk Halal UNMA Banten memiliki aplikasi android pecarian produk yang sudah bersertifikat halal. silakkan di download Apk Android PKPH

Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram Menghapus Dosa Setahun Lalu

(PKPH, Pandeglang)-Insya Allah nanti semoga kita dapat berjumpa dengan amalan yang utama, yaitu Puasa Asyura atau Puasa pada tanggal 10 Muharram, atau nanti pas hari Kamis, 19 Agustus. Di dalam hadits shahih riwayat Muslim disebutkan, puasa pada bulan Muharram ini adalah sebaik-baik puasa. Hal ini seperti disebutkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:  “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam (tahajud).” (HR Muslim). Menurut ulama, Muharram disebut ‘Syahrullah’ (bulan Allah), itu menunjukkan kemuliaan bulan tersebut.

Adapun maksud puasa pada bulan Allah adalah Puasa Asyura, tanggal 10 Muharram. Ada juga yang berpendapat adalah hari-hari pada bulan Muharram. Khusus Puasa Asyura, tanggal 10 Muharram, pahalanya dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Ini seperti disebutkan dalam hadits: “Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam ditanya mengenai keutamaan Puasa Arafah. Beliau menjawab, ”Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan Puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (H.R. Muslim).

Di samping puasa Asyura tanggal 10 Muharram, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga menganjurkan, bagi yang ingin, bisa juga menambahkannya berpuasa pada tanggal 9 Muharram, atau disebut dengan Puasa Tasu’ah.

Ini seperti disebutkan di dalam hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ’Anhuma, bahwa ketika Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam melakukan puasa hari ’Asyura dan menganjurkan kaum Muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,: “Wahai Rasulullah, hari ini (hari ke sembilan Muharram) adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan: “Apabila tiba tahun depan – insya Allah (jika Allah menghendaki) – kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,“Belum sampai tahun depan, Nabi Shallallahu ’Alaihi Wasallam sudah meninggal dunia.” (HR Muslim).

Mengapa sebaiknya menambahkan dengan puasa pada hari kesembilan? Syaikh Imam An-Nawawi menjelaskan, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudi yang berpuasa tanggal 10 Muharram saja.

Demikianlah keutamaan Puasa Asyura dan dilengkapi dengan Puasa Tasu’a. Semoga kita dapat mengamalkannya dan mendapatkan keutamaannya. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin

Ust. Ali Farkhan Tsani,S.Pd.I., Pengasuh Ponpes Nurul Jannah Al-Bantani Ujung Kulon, Pandeglang, Banten


Tags :

Bagikan ke :
Bagikan ke :