hadi susilo

hadi susilo

(PKPH, JAKARTA) -- Pemerintah mewajibkan seluruh pelaku industri termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki sertifikat halal mulai Oktober mendatang. Masih banyak pengusaha yang belum mengajukan sertifikasi tersebut. Wakil Kepala Lembaga Sertifikasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Elvina Agustin Rahayu menyatakan, pada 2018, dari empat juta usaha mikro, baru sekitar 12 ribu yang memiliki sertifikat halal. Kemudian, baru empat persen pengusaha besar yang mengantongi sertifikat halal. "Masih banyak yang belum halal," ujar Elvina.

Salah satu kendalanya, kata dia, karena pengajuan perizinan yang cukup rumit dan harus melalui banyak pintu. "Jadi, perusahaan mau naik kelas, tapi karena satu hal jadi tidak bisa. Sertifikasi halal memang penting, apalagi 40 persen pelaku usaha mikro bergerak di bidang pangan dengan komposisi besar," lanjut dia. Kendala lainnya, tutur Elvina, meliputi sumber bahan baku serta infrastruktur yang belum memadai. "Banyak pelaku industri rumah tangga yang fasilitas produksinya belum memenuhi persyaratan. Baru sekitar 10 persen yang peralatan dan produksinya sudah sesuai kehalalan," ujar dia.

Seperti diketahui, sebelum mendapat sertifikat halal, produk bersangkutan akan diaudit atau diuji kehalalannya terlebih dahulu. Setelah seluruh proses dan komponennya dipastikan sesuai standar kehalalan, barulah sertifikat diterbitkan. Agar pengusaha UMKM bisa lulus uji sertifikasi halal dengan mudah, General Manager Operation PT Lion Boga Chef Adam Rachmat membagikan beberapa tips. Di antaranya, gunakan bahan-bahan yang sudah masuk dalam daftar bersertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Di MUI sudah ada namanya positive list, yaitu bahan-bahan yang sudah masuk sertifikasi halal MUI. Jadi, kalau kita ambil bahan makan dari list itu, sudah pasti akan cepat lulus," jelas Chef Adam kepada Republika.

Tips berikutnya, kata dia, pelaku UMKM harus memperhatikan proses produksinya. Dari persiapan produksi, cara pembuatan. Sampai penyimpanannya harus benar-benar halal. "Artinya tidak ada lagi tercampur bahan-bahan yang tidak halal. Kalau kedua tips tersebut diikuti, sudah pasti ke sananya lebih gampang," ujarnya. Lebih lanjut, ia tidak memungkiri, kalau untuk mendapat citarasa original, ada beberapa bahan makanan yang belum bisa digantikan. Dia memisalkan menu steak dengan red wine sauce yang jelas harus menggunakan wine.

 "Wine kan khamer, maka untuk masalah cita rasa ini memang tantangan dari teknologi pangan. Hanya saja saya rasa, makanan yang dibuat dengan citarasa mendekati (original) saja sudah cukup. Tidak harus sangat original," kata Chef Adam. Dia berharap, kesadaran industri UMKM terhadap sertifikasi halal semakin meningkat. Hal itu karena banyak manfaat yang bisa mereka dapat dengan menghalalkan produknya. "Jangan dipikir tidak ada manfaatnya. Banyak UMKM mikir 'buat apa sertifikasi halal, toh tetap laku' iya sekarang laku, tapi satu, dua, atau lima tahun ke depan kini sudah menjadi gaya hidup," jelasnya.

Tidak hanya itu, menurut dia, memiliki atau meng ajukan serifikat halal pun berarti melindungi konsumen. Apalagi, lebih dari 80 persen masyarakat Indonesia merupakan Muslim. "Itu kepedulian kita sebagai umat Muslim untuk melindungi konsumen. Jadi, bukan hanya soal mendapat banyak uang," tutur Chef Adam. 

 

 
 Sumber : Republika
 

(PKPH, Jakarta)- Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan meluncurkan aplikasi SIHALAL pada Oktober 2019 mendatang. Hal ini disampaikan Kepala BPJPH Sukoso dalam rapat kesiapan penyelenggaran pelayanan jaminan produk halal, di Jakarta.

Kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sukoso melaporkan aplikasi yang telah selesai pengembangan perangkat hardwarenya ini sedang dalam pengembangan modul sertifikasi. “Aplikasi ini akan diuji coba internal pada Agustus, dan diuji coba external pada bulan September," terang Kepala BPJPH Sukoso, Kamis (04/07). Aplikasi yang akan menjadi 'backbone' layanan jaminan produk halal di Indonesia ini rencananya akan dilaunching bagi publik pada bulan Oktober 2019 mendatang. Hadir dalam rapat tersebut, Staf Khusus Menag Hadi Rahman, Staf Ahli Menag Janedjri M. Gaffar, serta jajaran eselon III dan IV pada BPJPH.

Dalam kesempatan tersebut, Menag Lukman meminta seluruh jajaran BPJPH untuk fokus pada penyiapan aplikasi SIHALAL. Selain penyiapan aplikasi, Menag juga mengingatkan jajarannya untuk terus membangun kerjasama dengan seluruh pihak yang menjadi mitra pelayanan jaminan produk halal, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Bangun kerjasama yang luwes, fleksibel, dan akomodatif. Ingat, bahwa kita memerlukan peran dari semua pihak untuk mewujudkan terselenggaranya kepentingan yang lebih besar, yaitu pelayanan jaminan produk halal bagi masyarakat,” pesan Menag. Untuk itu, Menag meminta jajarannya untuk mengerahkan seluruh hati dan pikirannya untuk mewujudkan layanan jaminan produk halal di Indonesia. "Saya berharap kita bisa menaruh hati di sini. Saya mohon kepada saudara semua untuk memberikan hati dalam mengerjakan ini," pinta Menag

Sumber: Kemenag.go.id

(PKPH, Jakarta)-Ada banyak ragam buah dengan bentuk, rasa dan warna serta nama yang berbeda yang pernah kita jumpai di dunia. Buah juga merupakan salah satu makanan yang menyehatkan bagi tubuh manusia. Begitu banyak jenis nama-nama dan bentuk buah, namun di sini penulis hanya akan membahas enam jenis buah seperti yang disebutkan dalam Al-Quran dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia.

Berikut enam buah yang disebut dalam Al-Quran dan manfaat bagi kesehatan:

  1. Buah Kurma

Buah kurma merupakan salah satu buah khas Timur Tengah. Biasanya kurma di Indonesia banyak dijumpai hanya selama bulan Ramadhan. Dengan tekstur buah kurma yang legit dan manis membuat banyak orang menyukainya. Buah kurma mengandung fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna. Makanan ini juga sangat cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa karena dapat menggantikan energi yang hilang.

Kurma juga dijadikan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berfikir seperti yang disampaikan oleh Allah dalam Al-Quran surat Ar-Ra’d ayat 4 yang berbunyi;

 وَفِى ٱلۡأَرۡضِ قِطَعٌ۬ مُّتَجَـٰوِرَٲتٌ۬ وَجَنَّـٰتٌ۬ مِّنۡ أَعۡنَـٰبٍ۬ وَزَرۡعٌ۬ وَنَخِيلٌ۬ صِنۡوَانٌ۬ وَغَيۡرُ صِنۡوَانٍ۬ يُسۡقَىٰ بِمَآءٍ۬ وَٲحِدٍ۬ وَنُفَضِّلُ بَعۡضَہَا عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ فِى ٱلۡأُڪُلِ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَعۡقِلُونَ (٤)

“Dan di Bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Ar-Ra’d: 4)

Selain itu, kurma merupakan buah yang sering Allah SWT menyebutnya sebanyak 20 kali di 16 surah yang berbeda dalam Al-Qur’an. Bahkan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wasalam (SAW) menjadikan kurma sebagai makanan wajib sehari-hari dalam keluarga. Kurma juga dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia. Dari ujung akar sampai daun memiliki manfaat, dapat bertahan dalam suhu tinggi hingga 50º C dan dalam kadar garam yang ekstrim, bisa memiliki jangka waktu kadaluwarsa hingga 1,5 tahun.

Selain itu, kurma menurut ilmu kesehatan, juga sangat bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui anak untuk meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu.

“Berilah makan buah kurma kepada istri-istrimu yang sedang hamil, karena sekiranya wanita hamil itu makan buah kurma, niscaya anak yang lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun, serta cerdas. Sesungguhnya makanan Maryam tatkala melahirkan Nabi Isa adalah buah kurma. Sekiranya Allah menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada kurma, maka Allah akan memberikan buah itu kepada Maryam.” (H.R Bukhari)

Senada hadits tersebut, Dokter Muhammad an-Nasimi dalam kitabnya, ath-Thib an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadis (Pengobatan Ala Nabi dan Ilmu Modern) juga mengatakan bahwa perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan makanan dan minuman yang kaya akan unsur gula. Hal ini dikarenakan banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan jabang bayi, terlebih lagi jika hal itu membutuhkan waktu yang lama. Sehingga kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolennya, yaitu kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi. Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam Kurma basah (ruthab). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah dan cepat dicerna oleh tubuh.

Kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak, dengan kandungan 2,2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Kurma sangat bergizi serta memberi energi meskipun dalam jangka waktu yang panjang kita tidak mengonsumsi makanan, itu sebabnya kurma sangat baik dikonsumsi.

  1. Buah Zaitun

Zaitun merupakan salah satu tanaman yang bermanfaat bagi manusia. Bahkan Allah sering menyebutnya dalam Al-Quran, salah satunya dalam Surat An-Nahl ayat 11.

 يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرۡعَ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلۡأَعۡنَـٰبَ وَمِن ڪُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَتَفَڪَّرُونَ (١١)

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda [kekuasaan Allah] bagi kaum yang memikirkan. (An-Nahl:11) 

Selain buahnya yang dapat menyehatkan fungsi hati karena klorin yang terkandung di dalamnya, zaitun juga dapat melancarkan saluran pencernaan. Buah zaitun juga dapat diolah menjadi minyak zaitun yang bisa digunakan sebagai minyak untuk memasak, kecantikan wajah, menutrisi rambut  dan masih banyak lagi.

Manfaat buah zaitun berasal dari nutrisi, vitamin, mineral, dan senyawa organiknya, termasuk zat besi, serat, tembaga, vitamin E, senyawa fenolik, asam oleat (asam lemak tak jenuh) dan berbagai antioksidan.

  1. Buah Anggur

Buah anggur sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Selain itu, buah anggur juga di Indonesia sangat mudah didapatkan karena banyak terjual ditempat perbelanjaan seperti pasar atau toko buah. Anggur juga sering disebut dalam Al-Quran. Beberapa ulama berpendapat anggur disebut dalam Al-Quran sebanyak enam kali. Bahkan dalam Al-Quran melambangkan kenikmatan dan kurnia Allah kepada hamba-Nya, sebagaimana firman Allah.

,,,أَيَوَدُّ أَحَدُڪُمۡ أَن تَكُونَ لَهُ ۥ جَنَّةٌ۬ مِّن نَّخِيلٍ۬ وَأَعۡنَابٍ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ لَهُ ۥ فِيهَا مِن ڪُلِّ ٱلثَّمَرَ

“Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan,,,” (Al-Baqarah: 266)

Adapun manfaat dalam buah ini yaitu mengandung vitamin yang terdapat di dalam buah ini, antara lain mineral (fosfor), kalsium, vitamin A dan B serta gula (glukosa  dan fruktosa). Hal-hal itu sangat diperlukan oleh limpa dan dikeluarkan ketika diperlukan seperti ketika berpuasa.

Ibnul Qayyim menjelaskan, “Anggur termasuk buah-buahan yang terbaik dan paling banyak kegunaannya, bisa dimakan dalam keadaan basah maupun kering, yang hijau dan masak maupun yang masih mengkal. Anggur menjadi buah sesungguhnya bila dikombinasikan dengan buah-buahan, menjadi makanan pokok bila digabungkan dengan makanan lain, menjadi lauk bila dikombinasikan dengan lauk lain, menjadi obat bila dicampur dengan obat lain dan menjadi minuman bila dicampur dengan minuman lain.”

Manfaat anggur juga bisa membantu tajamkan daya ingat, termasuk mengurangi risiko Alzheimer. Para ilmuwan percaya, bahwa nutrisi dalam buah anggur mampu melindungi bagian otak yang berkaitan dengan memori terhadap kerusakan. Penelitian yang dilakukan oleh University of California yang dipimpin Dr. Daniel Silverman menemukan ada perubahan yang signifikan pada peserta yang mengonsumsi buah anggur dalam bentuk bubuk dua kali sehari selama 6 bulan.  Setengah peserta diminta mengonsumsi bubuk anggur setara dengan 72 gram anggur sehari dalam 6 bulan, hasil menunjukkan, bahwa makan buah anggur mempromosikan aktivitas metabolisme yang sehat di daerah otak yang berkaitan dengan memori.

“Hasil penelitian menunjukkan asupan rutin anggur dapat memberikan efek baik bagi daya ingat, termasuk perlindungan terhadap penurunan memori awal yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer,” kata Dr. Daniel. Ia menambahkan, hal itu berlaku untuk semua jenis anggur, baik anggur hitam atau putih. (A/R10/P1)

 

Oleh: Hasanatun Aliyah Wartawan Kantor Berita MINA

Sumber: MINANEWS

Bersambung….

(PKPH, Pandeglang)-Pernahkah  anda makan daging kelinci ? Banyak yang bilang daging kelinci sangat lezat. Bolehkan kita memakan dagingnya? Kelinci adalah hewan kelompok mamalia, karena kelinci mempunyai kelenjar mammae, Kelinci mempunyai daun telinga, kelinci masuk dalam famili Leporidae, kelinci sangat mudah ditemukan dibanyak negara, kelinci berkembang biak dengan beranak atau vivivar. Sebelumnya kelinci ini disebut sebagai hewan liar yang hidup di Eropa hingga Afrika.

Klasifikasi Kelinci

Kingdom          : Animalia

Phylum            : Chordata

Class                : Mammalia

Order               : Lagomorpha

Family              : Leporidae

Genus              : Oryctolagus

Species            : Orictolagus cuniculus

 

Deskripsi Kelinci

Bagian tubuh kekinci di selimuti dengan bulu halus tetapi lebat, memiliki warna yang sangat bervariasi mulai dari warna hitam, kecokelatan, abu-abu, hitam putih, dan lain-lain. Bagian mata pada kelinci berwarna kemerahan, berbentuk bulat kelonjongan. Bagian hidung pada kelinci berbentuk silindris, mempunyai gigi seri di bagian depan berguna untuk memotong atau mengunyah rumput. Telinga pada kelinci panjang, tegak dan menghadap kedepan. Telinga ini memiliki warna yang sama dengan bentuk tubuhnya. Sedangkan kaki pada kelinci memiliki dua pasang, satu pasang di bagian depan sangat panjang dan satu pasang di bagian belakang sangat pendek.

Panjang rata-rata pada kelinci ini mencapai 50-60 cm bahkan lebih, kelinci mampu memproduksi 6-10 ekor perindukan. Usia memproduksi indukan jantan dan betina minimal 5-6 bulan, tergantung pada varietas kelinci. Kumis pada kelinci hampir menyerupai kucing, sangat halus dan juga pertumbuhan jarang. Kumis ini terdapat di sekitar bagian hidung kelinci tepatnya di bagian samping kiri dan kanan hidungnya. Kelinci memiliki ekor yang sangat pendek 2-4 cm, terkadang tampak dan tidak.

Mengonsumsi daging kelinci merupakan pemandangan yang tak sulit dijumpai di masyarakat. Banyak dari mereka yang menyukai karakter khas daging ini. Bahkan, ada sebagian rumah makan yang khusus menyediakan masakan dari daging ini. Diantaranya masakan daging kelinci yang kita temui misalnya sate kelinci, kelinci gulai, tongseng kelinci dan beberapa masakan-masakan lain yang berasal dari daging kelinci.

Bagaimana hukumnya memakan daging kelinci?

 Dari Anas bin Malik radiyallahu’anhu, beliau menceritakan,“Kami pernah berusaha menangkap kelinci di lembah Marru Zhohran. Orang-orang berusaha menangkapnya hingga mereka kelelahan. Kemudian aku berhasil menangkapnya lalu aku berikan kepada Abu Tholhah. Diapun menyembelihnya kemudian daging paha diberikan kepada Nabi sahallallahu ‘alaihi wasallam.Dan beliau menerimanya.”(HR. Bukhari 5535, Muslim 1953, dan Turmudzi 1789).

Kemudian dalam hadist lain dari Muhammad bin Shafwan rdiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan, Saya menangkap 2 kelinci, namun saya tidak mendapat alat untuk menyembelihnya, hanya saya bisa menyembelihnya di Marwah. Kemudian aku tanyakan hal itu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau menyuruhku untuk memakannya. (HR. Nasal 4313, Abu Daud 2822, Ibnu Majah 3175) dan dishahihkan al-Albani).

Dua hadist di atas memberikan kesimpulan bahwa kelinci hukumnya halal. Dan ini merupakan pendapat Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Said, Atha, Ibnul Musayyab, Al-Laits, Malik, Asy-Syafi’I, Abu Tsaur dan IBnul Mudzir. Bahkan Ibnu Qudamah mengatakan, “Kami tidak mengetahui ada seorangpun ulama yang berpendapat haramnya kelinci kecuali satu riwayat dari Amr bin Al-Ash.” (Al-Mughni, 9/412)

Fatwa MUI: Memperbolehkan konsumsi Kelinci

Sidang MUI  di Jakarta pada 12 Maret 1983, Komisi Fatwa MUI menetapkan bahwa hukum memakan daging kelinci adalah halal. Keputusan ini didasari hadis yang diriwayatkan Jamaah – Nail al-Autarjus 7 hal.137.”Dari Anas, ia berkata: Melintas di depan kami seekor kelinci di Marri Zahran, maka orang-orang mengejar dan menangkapnya, dan aku mendapatinya. Maka aku memberikan kepada Abu Talhah lalu di sembelihnya. Dan ia mengirim kepada Rasulullah kedua pahanya dan beliau menerimanya.”

MUI juga mempertimbangkan surat permintaan Direktur Urusan Agama Islam Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Departemen Agama RI di Jakarta No:D11/5/HK.03.1/3647/1982 tanggal 27 November 1982 tentang daging kelinci. Termasuk pula surat Sekretaris Direktur Jendral Peternakan Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian RI di Jakarta No: 512NI1b/E tanggal 8 juli 1982.

Dari referensi tersebut, maka mengonsumsi kelinci adalah dihalalkan, sebab menurut hadist dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menetapkan bahwa hukum memakan daging kelinci adalah halal, sesuai ajaran islam.

 

Iin Yuwinani

Mahasiswa Prodi Biologi, Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan

Universitas Mathla'ul Anwar Banten

 

 
 
 
 
 

 

(PKPH, Jakarta)-Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso mengatakan akan segara meluncurkan logo untuk sertifikasi produk  halal yang baru. Label halal baru itu diberi nama Halal Indonesia. "Logo itu diputuskan oleh Kemenkumham dan masih disimpan di Kemenkumham . Akan segera diluncurkan pada 17 Oktober 2019," kata Sukoso di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.

Sukoso menuturkan, bagi usaha atau jasa yang sudah menggunakan logo halal lama masih diperbolehkan. Namun, sampai tiga tahun sejak peraturannya berjalan, maka harus mengganti dengan logo halal yang baru. "Aturan kita membolehkan logo yg lama selama tiga tahun. Jadi silahkan gunakan logo yang lama hingga stok di gudang habis logonya. Sampai masa jeda tiga tahun nanti diganti dengan logo baru yang bernama logo Halal Indonesia," ujar Sukoso. Tentang penggunaan logo yang baru, Menurut Sukoso, perintah itu adalah amanat undang-undang yang tertuang pada Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Jika produk atau jasa sudah mempunyai sertifikasi halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sukoso menerangkan, mereka bisa langsung melapor ke BPJPH untuk melakukan pendataan. Dengan demikian BPJPH dapat mengetahui jumlah dan sektor mana saja yang sudah tersertifikasi. "Karena ini maklumat Undang-Undang jika sertifikasi anda habis, sebelum tiga bulan, BPJPH wajib mengingatkan anda lewat surat resmi," kata Sukoso.

Sukoso mengungkapkan, pihak sedang mempersiapkan untuk Sistem Informasi Manajemen Halal atau SIM Halal agar pengajukan sertifikasi halal bisa dilakukan secara daring. Namun menurutnya, itu semua tidak mudah karena sistem ini harus teritegrasi dengan bank rekanan bank. Menurut Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, produk yang wajib bersertifikat halal terdiri atas barang dan jasa. Termasuk di sini adalah makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa ginetik, barang guna pakai, lalu ada penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan dan penyajian.

 

Sumber: tempo.co

Katak adalah binatang amphibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang, pandai melompat dan berenang.

Klasifikasi  Katak

Berdasarkan tingkat taksonomi umumnya, katak di klasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom           : Animalia

Phylum             : Chordata

Class                 : Amphibia

Order               : Anura

Familia              : Ranidae

Genus              : Fejervarya

Species            : F. cancrivora

 

Deskripsi Katak

Fejervarya cancrivora merupakan katak besar, tekstur kulit memiliki lipatan-lipatan dan bintil-bintil memanjang searah dengan sumbu tubuh. Warna kulit bervariasi, coklat lumpur kotor dengan bercak gelap. Jari-jari kaki meruncing, selaput renang mencapai ujung,  kecuali 1 atau 2 ruas jari kaki keempat (yang terpanjang).

 

Habitat

Katak ini sangat banyak dijumpai di sawah-sawah. terdapat dalam jumlah banyak di sekitar rawa dan bahkan di daerah berair asin, seperti tambak atau hutan bakau.

 

Penyebaran

Indo-Cina,Hainan sampai sampai ke Filipina, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Irian Jaya (Introduksi).

 

Bagaimana hukumnya memakan katak?

Dari segi dalil, kita menemukan sebuah hadits yang menyebutkan tentang memakan hewan katak “Dari Abdurrahman bin Utsman Al-Quraisy bahwasanya seorang tabib (dokter) bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang kodok yang dipergunakan dalam campuran obat, maka Rasulullah SAW melarang membunuhnya.” (Ditakharijkan oleh Ahmad dan di Shahihkan Hakim, ditakhrijkannya pula Abu Daud dan Nasa’I).

Hadist dari  para ulama umumnya mengatakan bahwa memakan daging katak itu tidak halal. Sebab Rasulullah SAW melarang untuk membunuhnya. Seandainya boleh dimakan, maka tidak akan dilarang untuk membunuhnya. Hukumnya pun haram dimakan, meski tidak ada keterangan bahwa dagingnya najis atau haram dimakan.

Seandainya boleh dimakan, maka tidak akan dilarang untuk membunuhnya, Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Ahmad Ishaq, Alhakim dari Abdurrahman bin Utsman at-Tamimi. Silahkan periksa kitab Al Lubab Syahril Kitab jilid 3 halaman 230, juga kitab Takmilatul Fathi jilid 8 halaman 62, kitab Mughni Al-Muhtaj jilid 4 halaman 298 dan kita Al-Muhazzab jilid 1 halaman 250.

Mereka yang mengharamkan kodok juga mendasarkan larangan ini dengan dalil bahwa katak itu termasuk hewan yang menjijikan secara umum. Walhasil, kecenderungan jumhur ulama berpendapat bahwa katak itu tidak halal dimakan berdasarkan dalil dan kaidah diatas.

 

Fatwa MUI: Katak atau Kodok sebaiknya Dihindari

“Terkait katak atau kodok dan ada beberapa jenis lain,  MUI secara khusus pernah melakukan pengkajian”. Sekretaris Komisis Fatwa MUI Asrorun Ni’am. mengatakan binatang yang hidup di dua alam haram dikonsumsi, sekalipun binatang itu suci dan bisa dikembangbiakkan. “Para ulama beda pendapat, namun  jumhur (mayoritas ulama) menyatakan itu terlarang. Tapi MUI juga mengakui ada mazhab yang menyatakan daging katak atau kodok bisa dikonsumsi. Lalu apa kesimpulan dari kajian MUI tersebut? Ni’am menyata MUI menghimbau agar daging katak sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi mengingat adanya perbedaan pandangan para ulama.

“Fatwanya sudah ada. Mengimbau untuk memilih makanan konsumsi yang aman secara kesehatan dan keluar dari perbedaan pandangan fuqoha (ahli fikih). Kalau bisa dihindari, ya dihindari. Begitu, ya. Karena terjadi perbedaan pandangan di kalangan ulama,” kata Ni’am.

Kajian MUI ini,  menyimpulkan hal lain di samping soal konsumsi, yakni pengembangbiakan katak. Untuk poin kedua ini, MUI memberikan lampu hijau sepenuhnya. “Membudidayakan untuk kepentingan nonkonsumsi, seperti untuk menggemburkan tanah dan lain-lain, itu diperkenankan”, ujarnya.

Berdasarkan referensi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa katak hukumnya haram untuk dimakan, namun diperbolehkan membudidayakannya untuk kepentingan nonkonsumsi seperti untuk menggemburkan tanah dan lain-lain.

 

Iin Yuwinani

Mahasiswa Prodi Biologi

Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan

Universitas Mathla'ul Anwar Banten

(PKPH, Pandeglang), Kementrian Pariwisata Republik Indonesia melalui Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan judul Identifikasi Culture Diversity dan Biodiversity Geopark Ujung Kulon Pandeglang, pada hari Rabu, 26 Juni 2019 di Ruang Meeting S’Rizki Hotel & Restaurant, Pandeglang.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh ± 50 peserta yang terdiri dari: SKPD di Provinsi Banten, SKPD Kabupaten Pandeglang, Badan Pengelola Geopark Ujung Kulon, Para Pelaku Usaha, Akademisi, Pusat Kajian Produk Halal (PKPH) UNMA Banten, Asosiasi dan Komunitas Pariwisata, Tim Percepatan KEK Tanjung Lesung dan Kementerian Pariwisata RI. FGD Identifikasi Culture Diversity dan Biodiversity Geopark Ujung Kulon Pandeglang tersebut dipimpin Kadispar Provinsi Banten, Ir. Hj. Eneng Nurcahyati, dengan Narasumber antara lain: Prof. Reiza Dienaputra (Universitas Padjajaran), Mufti Ali, Phd (Sejarawan Banten), Dr. Asep Muhyidin, M.Pd (Universitas Tirtayasa), Ir. Anggodo (Kepala Taman Nasional Ujung Kulon).

Acara dibuka oleh Kadispar Kabupaten Pandeglang dr. Hj. Asmani Raneyanti, MM, MHA, dalam sambutan menyampaikan: Dinas pariwisata Kabupaten Pandeglang menuju Geopark Nasional, walaupun anggaran terbatas namun karena adanya kemauan,  kami yakin  Pandeglang bisa menjadi Geopark Nasional, semangat Bupati Pandeglang dan upayanya yg maksimal semoga bisa mewujudkannya. Pandeglang sudah menetapkan mulai Ujung Pantai Carita sampai dengan Ujung Kulon sudah menjadi kawasan untuk Geopark Nasional. Team dari sumber daya manusia (SDM) Provinsi Banten sudah menyelusuri peninggalan-peninggalan yang akan dimasukan kedalam Geopark Nasional, karena banyak peninggalan-peninggalan yang berharga ternyata tidak dimanfaatkan sebagai Geopark. Semoga, PP. 9 tahun 2009 tidak menghambat pandeglang dalam membangun Geopark Nasional.

Kabid Area I Asdep Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Ibu Wastutik, SE, MM menyampaikan  bahwa Kegiatan ini  sebagai langkah lanjutan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan destinasi wisata baru atau Geowisata yang berada di Kawasan Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang yang tujuan sebagai langkah lanjutan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan destinasi wisata baru atau Geowisata yang berada di Kawasan Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang yang tujuan pelaksanaan FGD ini antaranya menyamakan persepsi diantaranya adalah kepentingan dan stakeholder pariwisata terkait unsur Akademisi, Business, Community, Goverment, Media (ABCGM) melalui sistem penataan dan pengelolahan yang sinergi, harmoni, dan kerjasama sehingga dapat mewujudkan destinasi Geopark Kawasan Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. (Agus setiawan/pkph unma)

 

Jangkrik merupakan salah satu jenis serangga, hewan ini biasanya hidup di berbagai tempat yang basah dan dingin. Jangkrik dapat kita temukan lewat suara khas yang keluar dari hewan tersebut, terutama pada saat malam hari.

Klasifikasi dan morfologi jangkrik berdasarkan tingkat taksonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Klasifikasi Jangkrik

Kingdom          : Animalia

Phylum            :  Arthropoda

Class                : Insecta

Order              : Ortoptera

Family              : Gryllidae

Genus             : Gyllids

Species           : Gryllus mitratus

Deskripsi Jangkrik

Morfologi

Jangkrik yang hidup dan berkembang biak yang ada di Indonesia terdapat 123 jenis dan belum dapat diketahui asal usulnya serta bangsanya. Berdasarkan beberapa pengamat jangkrik memiliki panjang berkisar 2-3 cm, warna tubuh bervariasi, tetapi pada umumnya memiliki warna cokelat, kehitaman dan hitam (Paiman et al. (1999).

Untuk ras/bangsa yang memiliki sayap dan tubuh yang berwarna kuning kemerahan, hitam legam memiliki ukuran mencapai 5 cm bahkan lebih, untuk jenis ini biasanya digunakan untuk pakan burung, ikan, dan digunakan untuk aduan suara yang sangat nyaring (Susena, 1999).

Alat Pencernaan Jangkrik

Alat pencernaan Jangkrik terdiri atas usus depan untuk penghancuran makanan, usus tengah untuk penyerapan sari makanan, dan usus belakang untuk pengeluaran sisa-sisa makanan.

Alat Reproduksi Jangkrik

Alat reproduksi pada jangkrik jantan adalah aedeagus dan pada jangkrik betina adalah ovipositor. Aedeagus pada jangkrik jantan tidak terlihat karena berada di dalam tubuh, sedangkan ovipositor pada jangkrik betina terlihat jelas seperti bentuk jarum yang ujungnya seperti tombak dan berfungsi untuk meletakkan telur.

 

Bolehkah kita mengkonsumsi jangkrik?

Berdasarkan pengamatan kaidah fiqih dan pertimbangan ushul fiqih sebelum mencari dalil-dalil (nash) tentang halal haramnya jangkrik maka kita perlu menegaskan sebagaimana yang dikemukakan oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam kitabnya Al-Halal wal Haram fil Islam (hal.22) bahwa hukum asal segala sesuatu adalah boleh (al-Ashlu fil asya’al-ibadah) menurut beliau, bahwa hukum asal segala sesuatu yang Allah ciptakan dan manfaatnya adalah halal dan boleh, kecuali yang ditentukan hukum keharamannya secara pasti oleh nash-nash yang shahih dan sharih (accurate texts and clear statements). Maka jika tidak ada nash seperti itu maka hukumnya kembali kepada asalnya yakni boleh. (istishab hukmil ashl). Prinsip inilah yang dipakai Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam menentukan hukum segala sesuatu selain ibadah dan aqidah. (Qawa’id Nuraniyah Fiqhiyah, hal. 112-113).  

Kaidah hukum itu berdasarkan ayat-ayat yang jelas (sharih), firman Allah: “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah:29) Demikian pula dalam surat Al-Jatsiyah:13 dan Luqman:20. Inilah  bentuk rahmat Allah kepada umat manusia dengan berlakumnya syariah yang memperluas wilayah halal dan memperluah wilayah halal dan mempersempit wilayah haram, seperti ditegaskan oleh Nabi saw: “Apa yang Allah halalkan dalam kitab-Nya maka ia adalah halal (hukumnya) dan apa yang Dia haramkan maka (hukumnya) haram. Sedang apa yang Dia diamkan maka ia adalah suatu yang dimaafkan. Maka terimalah pemaafan-Nya, karena Allah tidak mungkin melupakan sesuatu.” (HR. Hakim dan Bazaar).

Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: Kep-139/MUI/IV/2000 Tentang Makan Dan Budidaya Cacing dan Jangkrik Majelis Ulama Indonesia setelah:

Menimbang:

  • Bahwa budidaya cacing dan jangkrik kini banyak dilakukan orang, baik untuk makan (pakan) hewan tertentu, obat-obatan, jamu dan kosmetik, maupun untuk dikonsumsi (dimakan orang)
  • Bahwa masyarakat memerlukan penjelasan tentang hukum membudidayakan, makan, dan memanfaatkan kedua jenis binatang tersebut
  • Bahawa oleh karena itu,Majelis Ulama Indonesia memandang perlu menetapkan fatwa tentang membudidayakan, makan, dan memanfaatkan kedua jenis binatang tersebut untuk dijadikan pedoman oleh masyarakat.

Memperhatikan:

  1. Makalah Budidaya Cacing dan Jangkrik dalam Kajian Fiqh yang dipresentasikan oleh Dr. KH. Ahmad Munif, pada siding Komisi Fatwa MUI.
  2. Pandangan ahli budidaya cacing dan jangkrik yang disampaikan pada sidang Komisi Fatwa MUI.
  3. Pandangan peserta sidang Komisi Fatwa MUI.

 Mengingat :

1. Firman Allah SWT: “Allah-lah yang menjadikan semua yang ada di bumi untuk kamu sekalian” (QS. Al-Baqarah[2]:29). “Allah menundukkan untukmu semua yang ada di langit dan di bumi (segala rahmat)  dari-Nya” (QS. Al-Jasiyah: 13). “Tidakkah kamu memperhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentingan) mu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin” (QS.Luqman: 20)

2.Hadist Nabi SAW: Apa-apa yang dihalalkan oleh Allah dalam kitabNya (al-Qur’an) adalah halal, apa-apa yang diharamkan-Nya , hukumnya haram, dan apa-apa yang Allah diamkan/tidak dijelaskan hukumnya, dimaafkan. Untuk itu terimalah pemaafan- Nya, sebab Allah tidak pernah lupa tentang sesuatu apa pun” (HR. Al-Hakim). “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban, maka jangan kamu sia- siakan, menentukan beberapa ketentuan, janganlah kamu langgar, mengharamkan   beberapa hal, janganlah kamu rusak, dan Allah tidak menjelaskan hukum beberapa hal karena kasih sayang padamu, bukan karena lupa, janganlah kamu cari-cari hukumnya.” ( HR. Turmuzi dan Ibnu Majah)

3. Kaidah fiqh : “Pada dasarnya segala sesuatu yang bermanfaat adalah mubah/boleh.

Memutuskan

Menetapkan : Fatwa Tentang Makan dan Budidaya Jangkrik

Hukum yang berkaitan dengan jangkrik

  1. Jangkrik adalah binatang serangga yang sejenis dengan belalang
  2. Membudidayakan jangkrik untuk diambil manfaatnya, untuk obat/kosmetik misalnya, untuk dimakan atau dijual, hukumnya adalah boleh (mubah, halal), sepanjang tidak menimbulkan bahaya (mudarat).

Berdasarkan referensi tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi dan membudidayakan jangkrik untuk di ambil manfaatnya hukumnya adalah mubah/boleh, sepanjang tidak menimbulkan bahaya (mudarat).

 

 

Iin Yuwinani

Mahasiswi Prodi Biologi, Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan

Universitas Mathla'ul Anwar Banten

(PKPH, Jakarta)-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengadakan  Focus Group Discussion (FGD) dengan Akademisi pada 19 Juni 2019 di Jakarta. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengajak akademisi berperan aktif dalam  program Kampung Anak Sejahtera (KAS). KAS adalah program dari KPPPA bekerjasama dengan Food Bank of Indonesia (FOI) untuk membantu menekan angka gizi buruk pada balita.

FGD tersebut dihadiri akademisi dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, seperti: UGM, UI, IPB, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Udayana, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, dan LIPI.  Diskusi diarahkan untuk memberikan saran dan mengkritisi program Kampung Anak Sejahtera baik berdasarkan program tahun lalu maupun rencana program tahun ini sesuai bidang keilmuan dan berkolaborasi membentuk model pendampingan intervensi pangan masyarakat dengan fokus penekanan angka stunting dan perbaikan status gizi balita. 

Hendra Jamal, asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan, mengemukakan bahwa target penurunan angka stunting adalah 20% sebagaimana dicanangkan WHO.  Prof. Ikeu Tanziha dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB menekankan penting adanya konvergensi lintas sektoral dalam intervensi program KAS.  Masih menurut Prof. Ikeu, selain pemberian makanan tambahan (PMT) perilaku pengasuhan yang baik sangat berperan dalam menekan angka stunting.  Dari UNMA, Mujijah menambahkan bahwa kedekatan orang tua dengan anak juga dapat memberikan pengaruh positif dalam tumbuh kembang balita.  Sedangkan Tuti Rostianti dari prodi Teknologi Pangan Unma menyampaikan bahwa kerjasama OPD dengan pusat juga penting dijalin agar program berjalan efektif dan efisien.

Program KAS sendiri dilakukan mengingat status gizi anak Indonesia saat ini dalam kondisi yang tidak menggembirakan.  Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 sebanyak 3,9% balita mengalami gizi buruk, 13,8% gizi kurang, dan 30,8% mengalami pendek (stunting).  Permasalahan gizi tersebut akan mengakibatkan tumbuh kembang anak tidak optimal yang pada akhirnya berpengaruh pada kualitas generasi. 

Kampung Anak Sejahtera (KAS) merupakan program kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Food Bank of Indonesia (FOI) untuk membantu menekan angka gizi buruk pada balita melalui program.  Program tersebut terdiri dari program intervensi pangan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada masa 1000 HPK hingga anak berusia 2-5 tahun selama 6 bulan dan setiap bulannya diadakan monitoring status gizinya.  Selain itu diberikan edukasi dan pelatihan tentang pangan dan gizi pada relawan, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita penerima program pemberian makanan tambahan (PMT). Program KAS telah dilaksanakan di 4 daerah yaitu Desa Bulagor (Pandeglang), Desa Cibatok Dua (Bogor), Desa Selomirah (Magelang), dan Desa Kalisogo (Sidoarjo).  Tahun ini KAS akan dijalankan pada 4 wilayah baru, yaitu Kabupaten Subang, Wonosobo, Grobogan, dan Kulonprogo.  Sejak tahun 2018 Unma telah terlibat dalam program KAS dalam edukasi dan pelatihan tentang pangan dan gizi.  Tahun ini diharapkan tidak hanya dosen yang berperan tetapi juga mahasiswa UNMA dapat terlibat dalam program tersebut, terutama sebagai pendamping pelaksanaan program agar tepat sasaran dan berjalan baik. (EK/PKPH Unma)

 

(PKPH, Serang)-Status halal suatu bahan pangan bukan hanya sebagai kewajiban yang diperintahkan Allah SWT bagi kaum muslim atas makanan yang  dikonsusi tetapi kini sudah menjadi lifestyle yang menjadi syarat mutlak atas segala sesuatu yang dipakai dan dikonsumsi di kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan bahan pangan daging baik itu daging sapi, kerbau, dan ayam yang diperoleh dari rumah penyembelihan hewan (RPH) dimana syarat halalnya suatu bahan pangan hewani selain dari jenis hewan  yang diharamkan untuk dikonsumsi seperti: daging babi, anjing, hewan yang bertaring tajam dan hewan yang hidup di dua alam,  juga proses penyembelihan merupakan titik kritis yang menentukan status kehalalan daging.

Dalam rangka menjaga kehalalan atas komoditas daging yang beredar di pasaran, Pemerintah Provinsi Banten pada Rabu, 19 juni 2019 telah mengadakan Pendidikan dan Pelatihan terhadap para juru sembelih halal (JULEHA) yang diadakan di Auditorium Balai Pengembangan Peternakan, Kawasan Pusat Pertanian Terpadu Dinas Pertanian Provinsi Banten. Dalam kegiatan tersebut PKPH UNMA Banten berkesempatan hadir untuk terlibat sebagai peserta sekaligus sebagai tamu undangan dari pihak akademisi.

Pemateri yang diundang dalam kegiatan tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran IPB yang merupakan dosen dan juga seorang auditor halal BPJPH yang ahli di bidang penyembelihan halal,  Drh. Supratikno, M.Si PA Vet dan juga dari MUI Provinsi Banten KH. Endang Saepul Anwar. Peserta selain mendapatkan ilmu mengenai teknik penyembelihan halal, dalam kegiatan tersebut diingatkan kembali atas kewajiban seorang juru sembelih dalam menjaga kehalalan ternak yang disembelihnya dari segi agama, dampak terhadap kualitas daging yang penyembelihannya tidak sempurna dan juga akan pentingnya sertifikasi dan keahlian berbahasa inggris bagi juru sembelih karena kesempatan bagi mereka untuk bisa berkarir diluar negri karena kebutuhan akan juru sembelih halal disana semakin tinggi.

Sesi kedua dilaksanakan praktik begaimana proses penyembelihan hewan yang benar juga mengevaluasi bagi juru sembelih disetiap wilayah banten bagaimana mereka biasa melakukan penyembelihan dan menkoreksi apabila terjadi kesalahan atas kebiasaan yang mereka lakukan. Diakhir acara dilakukan pembagian sertifikat bagi peserta pelatihan bahwa mereka sudah tersertifikasi sebagai juru sembelih halal yang sudah terdidik dan juga akan selalu dievaluasi dalam jangka waktu tertentu oleh Dinas Pertanian Pemerintahan Provinsi Banten.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut diharapkan terjaminmya status halal terhadap komoditas daging (sapi, kerbau dan ayam) diseluruh wilayah Provinsi Banten dan juga bagi para juru sembelih halal yang tersertifikasi dapat meningkatkan jenjang karirnya dengan tetap kritis untuk mau mengikut setiap kegiatan pelatihan dan meningkatkan kemampuan mereka. (Marlinda)

 

Halaman 1 dari 17
000508227
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
24
529
3179
8428
22023
508227
IP Anda: 54.92.148.165
21-07-2019 00:20

Flag Counter

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI: