(PKPH, Cilegon)-Allah SWT selalu memberikan yang terbaik buat hambaNya, meskipun kadangkala sang hamba mengeluh dan tidak mau menerima pemberianNya, karena tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Orang beriman tentunya harus memiliki sifat qanaah, yakni perasaan cukup dengan pemberian Allah, meskipun kadang hanya menerima sedikit atau kurang.

Qanaah akan menjadikan seorang hamba senantiasa merasa kaya, walaupun berpenghasilan sedikit ataupun banyak. Hatinya selalu ridha dengan pemberian dari  Allah SWT, sehingga melahirkan perasaan senang, tenang, dan mulia, Allah berfirman,:

 “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS: Al Mukminun [23]:51).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,” Wahai manusia, sesungguhnya Allah adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik,dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul.

Musthafa Al-Maraghi menjelaskan, Allah SWT memerintahkan bukan hanya kepada para RasulNya, namun juga untuk seluruh umat Islam, untuk makan makanan halal dan beramal shalih; dua perintah yang disandingkan ini mengisyaratkan bahwa, makanan halal adalah sebagai sumber energi untuk ibadah, kebaikan dan amal shalih, amal kebaikan yang diteladankan  oleh Rasulullah SAW. Makanan halal melahirkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Salah satu kebahagian di dunia, adalah sebagai sumber energi atau tenaga untuk berbuat baik dan  amal shalih.

Silaturahmi HA IPB-Gubernur Banten

 

Kenapa kita malas dan berat untuk berbuat baik ?

Makanan berfungsi sebagai: sumber energi, perbaikan sel yang rusak, dan pertumbuhan sel tubuh. Energi digunakan untuk melakukan metabolisme tubuh, sehingga tubuh dapat melakukan aktivitas dan rutinitas sehari hari, seperti: bekerja, belanja, jalan-jalan, pengajian, dan lain sebagainya.

 Ibnu Katsir menjelakaskan, makanan yang halal adalah makanan yang baik yang dihalalkan oleh Allah, sedangkan makanan yang baik adalah makanan yang tidak membahayakan tubuh dan akal. Dekan makanan halal, hati akan menjadi bersih, dengan hati bersih inilah akan tercermin sikap, ucapan, dan tindakan yang baik. Sebagai Muslim,  tugas kita adalah beribadah kepada Allah, menjalankan segala perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya.

 Mengapa kita malas dan merasa berat untuk berbuat baik?.  Saatnya Muhasabah atau introspeksi diri. Muhasabah adalah solusi tepat untuk menyadari dan merenugi segala perbuatan yang telah dilakukan sehingga kita dapat mengukur keberhasilan dan kekurangannya. Mari kita kembali koreksi dari hal yang mudah, makanakan. Makanan yang kita konsumsi setiap hari, jangan-jangan ada yang perlu kita review atau kaji ulang, apa yang telah masuk ke dalam mulut dan perut kita.

 Abu Said Al-Khudri, menyampaikan kisah, bahwa suatu hari Rasulullah SAW naik ke mimbar, lalu berkhotbah,:

 “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian ialah keberkahan bumi yang Allah keluarkan untuk kalian.” Sebagaian sahabat kemudian bertanya,”Apakah keberkahan bumi itu?” Rasulullah menjawab,”Perhiasan kehidupan dunia.”

Selanjutnya, seorang sahabat bertanya lagi,”Apakah kebaikan (perhiasan dunia) itu dapat mendatangkan kejelekan?”

Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah saw menjadi terdiam, sampai-sampai kami mengira bahwa beliau sedang menerima wahyu. Selanjutnya beliau menyeka peluh dari dahinya, lalu bersabda, “manakah yang tanya tadi?” sahabat yang tanya menyahut, “Inilah saya”.

Kemudian Rasulullah saw bersabda kepadanya,”

Kebaikan itu tidaklah membuahkan/mendatangkan kecuali kebaikan. Sesungguhnya harta benda itu tampak hijau (indah) nan manis (menggiurkan). Sungguh perumpamannya bagaikan rerumputan yang tumbuh di musim semi. Betapa banyak rerumputan yang tumbuh di musim semi menyebabkan binatang kekenyangan hingga perutnya bengkak dan akhirnya mati atau hampir mati. Kecuali binatang yang memakan rumput hijau, ia makan hingga perutnya telah penuh, ia segera menghadap ke arah matahari, lalu memamahnya kembali, kemudian ia berhasil membuang kotorannya dengan mudah dan kencing. Untuk selanjutnya kembali makan, demikianlah seterusnya. Dan sesungguhnya harta benda itu terasa manis, barang siapa yang mengambilnya dengan cara yang benar dan membelanjakannya dengan benar pula, maka ia adalah sebaik-baik bekal. Sedangkan barangsiapa yang mengumpulkannya dengan cara yang tidak benar, maka ia bagaikaan binatang yang makan rerumputan akan tetapi tidak pernah merasa kenyang, (hingga akhirnya iapun celaka karenanya). (HR muttafaq Alaih)

Demikianlah pentingnya makanan halal yang kita konsumsi, makanan halal akan membersihkan dan melembutkan hati, membentuk tubuh menjadi sehat dan kuat. Makanan halal dapat menjadi sumber energi untuk kebaikan, mengerjakan amal sholih, amal yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

 #Halal itu sehat

#Halal energi untuk kebaikan

#Halal untuk semua

 

 

Hadi Suslo,

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

(PKPH, Cilegon)-Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Alhamdulilah puasa di Bulan Ramadhan sudah kita laksanakan, semoga amal ibadah dan puasa kita mendapatkan ridho Allah SWT. Kami mengucapkan Selamat Iduhl Fitri, semoga kita dapat meningkatkan amal ibadah di bulan Syawal ini.

Islam adalah agama yang sempurna, agama yang sangat memperhatikan semua urusan  umatnya baik di dunia maupun di akherat. Perintah puasa Ramadhan disampaikan oleh Allah SWT dalam firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 183,”

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagiamana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Ibn Abbas mendefinisikan takwa sebagai "takut berbuat syirik kepada Allah dan selalu mengerjakan ketaatan kepada-Nya".

 Musa bin A’yun berkata: Orang-orang yang bertakwa membersihkan diri dengan hal-hal yang halal karena takut jatuh pada hal-hal yang haram,  maka Allah menyebut mereka muttaqin. Ramadhan adalah masa kasih sayang Allah pada hambanya,  Ramadhan mendidik kita untuk membersihkan jiwa raga dan harta.

Membersihkan jiwa karena Ramadhan menghantar kita kepada taqwa, la’allakum tattaqun (supaya kamu bertaqwa), sebaik-baik jiwa adalah jiwa yang bertaqwa. Membersihkan raga karena puasa bermanfaat untuk mengembalikan asupan melancarkan metabolisme dan menyehatkan kerja organ dalam tubuh kita, Sumu tasihhu (puasalah agar kalian sehat). Membersihkan harta karena sesungguhnya Ramadhan saat yang baik untuk berinfaq dan berzakat, khuz min amwalihim shadaqotan tutahhiruhum watuzakkihim biha,  ambillah dari mereka zakat yang membersihkan dan menyucikan mereka (QS. At Taubah : 103). Ramadhan menjadikan harta, raga, dan jiwa kita kembali suci, kembali fitri. Inilah yang perlu kitarawat dan  jaga.

Bagaimana cara menjaga kesucian badan kita ?

Sebagai makhluk hidup tentu tidak lepas dengan makanan, makanan adalah sebagai sumber energi, dengan adanya makanan, proses metabolisme dalam tubuh dapat berjalan. Badan atau raga kita yang sudah kembali suci, harus kita jaga dan pelihara. Mulailah dengan makan makanan yang halal.

Ibnu Katsir menjelakaskan, makanan yang halal adalah makanan yang baik yang dihalalkan oleh Allah, sedangkan makanan yang baik adalah makanan yang tidak membahayakan tubuh dan akal. Sebagai muslim, tentu makanan bukan sekedar sumber energi,  makan adalah termasuk rangkaian ibadah kepada Allah, seperti yang diperintahkan kepada manusia. Perintah mengkonsumsi makanan halal, ditujukan untuk seluruh manusia, sebagaiman  dalam Firman Allah, :

 “Wahai sekalain manusia makanlah sebagaian dari makanan yang ada di bumi ini, yang halal dan baik dan janganlah kamu menuruti jejak langkah setan, sesungguhnya setan itu adalah musuh kamu yang nyata. (QS: Al-Baqarah:168), demikian juga Allah berfirman, “ Dan Allah telah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS Al A’raf :157).

 Mari kita jadikan bulan Syawal, setelah kita kembali suci sebagai pembuka dan penghantar halaman pertama dari rangkaian amal ibadah yang lebih baik, inilah tugas kita sejak saat ini, detik ini, hingga akhir hayat. Semoga Allah memanjangkan umur, memberikan kekuatan dan kesehatan kita dengan memulai makan makanan halal, aamin.

 

Halal itu pilihan

Halal adalah kebutuhan

Halal untuk semua

 

Hadi Susilo,

Direktur Pusat kajian Produk halal (PKPH)

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

(PKPH, Cilegon)–Allah  memegang seluruh urusan dan mengatur rizki semua makhlukNya, Allah Yang Maha Mengetahui seluruh rahasia alam semesta, telah menetapkan apa-apa yang halal dan baik bagi manusia untuk dimakan. Semua makanan yang halal dan baik merupakan makanan pilihan dengan kualitas super yang dapat menyehatkan jasmani dan rohani, dan pasti tidak membahayakan untuk seluruh manusia, baik Muslim atau Non Muslim, Sebaliknya dengan makanan yang haram, pasti membahayakan jasmani dan rohani.

Syaitan akan selalu menggoda dan menyesatkan manusia dari syariat yang ditetapkan Allah dengan mengharamkan yang halal, dan menghalalkan yang haram. Sayyidina Ali meriwayatkan, bahwa Rasululah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang hidup dari makanan yang serba halal, cerahlah agamanya, lembutlah hatinya dan tidak ada dinding penghalang bagi doanya. Dan barang siapa yang makan dari makanan yang subhat, samarlah agamanya dan gelaplah hatinya. Dan barang siapa yang makan dari makanan yang haram, matilah hatinya, ringanlah agamanya, lemahlah keyakinannya dan Allah menutup doanya, serta sedikitlah ibadahnya. (Al Hadist)

Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram(baik dzat maupun hukumnya), maka api neraka lebih berhak atasnya.(HR Tirmidzi)

Setiap makanan atau minuman akan diproses melalui metabolisme dalam tubuh untuk: sumber energi, pertahanan tubuh, dan pertumbuhan sel. Dengan makanan yang haram tentunya akan menghasilkan sel yang haram, Sel yang haram ini akan tumbuh menjadi otot atau daging yang haram. Daging yang haram inilah yang akan menjadi salah satu bahan api neraka.

Marilah, di bulan suci Ramadhan, saatnya kita introspeksi diri, saatnya muhasabah diri, jika hati kita sulit untuk khusyu’ dalam ibadah, atau jika terasa berat hati untuk memenuhi seruan kebaikan, dan jihad fi sabilillah, atau lebih ada kecenderungan hati kepada maksiat dan kemungkaran, mungkin hal ini bisa terjadi karena apa yang kita makan dan minum atau yang kita pakai ada yang tercampur dengan yang diharamkan Allah. Makanan halal akan melembutkan hati,  hati  menjadi bersih dan peka untuk menerima kebenaran yang telah ditetapkan Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

 

Hadi Susilo

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas  Mathla’ul Anwar  Banten

PKPH - Pasar wisatawan muslim terus tumbuh signifikan dari tahun ke tahun. Laporan yang dirilis Mastercard-Halal Trip Muslim Millennial Travel Report (MMTR) 2017 menyebut nilai pengeluaran wisatawan muslim milenial secara global pada 2025 akan mencapai sekitar USD100 miliar. Sebanyak 10 negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI), yaitu Arab Saudi, Turki, Malaysia, Kazakstan, Mesir, Indonesia, Oman, Iran, Uni Emirat Arab, dan Qatar, dalam beberapa tahun ke depan akan terus menjadi tujuan utama wisatawan muslim milenial. Adapun lima negara di luar OKI yang akan menjadi destinasi utama muslim milenial adalah Jerman, Rusia, Inggris, India, dan China.

CEO Crescent Rating & Halal Trip Fazal Bahardeen mengatakan, laporan MMTR 2017 memberikan wawasan mengenai pasar wisatawan muslim milenial yang berkembang pesat. "Kelompok tersebut memiliki pengaruh yang semakin besar sehingga menumbuhkan peluang dan tren secara global," ujar Fazal.  Dalam survei MMTR 2017 juga disebutkan, saat ini terdapat sekitar 1 miliar muslim yang berusia di bawah 30 tahun. Angka itu mewakili 60% dari populasi di negara-negara dengan mayoritas muslim sehingga menjadi kesempatan bagi pasar perjalanan wisata halal. Adapun Crescent Rating memperkirakan lebih dari 30% wisatawan muslim pada 2016 merupakan kaum milenial dengan 30% lainnya merupakan generasi Z yang merupakan kelompok demografis setelah kaum milenial.

Vice President Core & Digital Products, Indonesia, Malaysia & Brunei Division Mastercard Aisha Islam mengatakan, nilai-nilai yang dipegang kaum milenial kini beralih dari hanya ingin memiliki sebuah barang menjadi ingin mendapatkan pengalaman. Hal ini bisa dipenuhi dengan melakukan perjalanan. "Bagi para muslim milenial, perjalanan lebih dari sekadar liburan. Mereka sering kali menganggap perjalanan sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri," jelasnya.

Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satu provinsi yang pernah menerima penghargaan World Halal Travel Awards 2015, akan terus meningkatkan dan membenahi wilayahnya sebagai salah satu wilayah tujuan utama wisatawan asing. Kepala Dinas Pari wisata Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal mengungkapkan, wisata halal merupakan sebuah produk wisata yang memberikan warna baru. Target utama wisatawan juga bukan hanya dari kunjungan wisatawan lokal, melainkan wisatawan mancanegara.

"Kami juga tidak sekadar fokus pada wisatawan muslim yang datang dari Timur Tengah, tetapi mengharapkan semua turis dari mana pun bisa menikmati keindahan NTB," ujar Faozal. Selama dua tahun terakhir, NTB menurutnya telah mempercepat stimulus untuk memaksimalkan pariwisata. Pemerintah daerah ikut menggelontorkan anggaran sebesar Rp2 miliar kepada industri lokal untuk bersiap dengan konsep wisata halal. "Kita akan menyiapkan NTB sebagai kota wisata halal seperti mulai dari bandara yang dilengkapi dengan tempat ibadah yang nyaman sampai semua brand yang kami pasarkan sudah halal. Sampai saat ini produk di NTB sekitar 80% sudah mendapatkan sertifikasi halal meski pasarnya konvensional," jelasnya.

Selain NTB, wisata halal di Indonesia juga diusung Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kepala Dinas Pariwisata NAD Reza Pahlevi mengatakan, wisa tawan yang datang beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan tren wisata halal yang semakin digemari. Aceh pun menurutnya terus melakukan peningkatan dalam berbagai hal, mulai dari Sabang, Banda Aceh, Aceh Simeulue hingga Singkil.

"Kami akan terus menciptakan wisata halal, utamanya memfokuskan pada ketersediaan makanan serta hotel yang besertifikasi. Ada standar global yang harus terus kami penuhi dan kami juga melakukan kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Majelis Ulama Indonesia," paparnya.

Upaya peningkatan wisata halal secara langsung telah mendapatkan dukungan pemerintah pusat sejak tiga tahun lalu melalui tim percepatan wisata halal yang dibentuk Kementerian Pariwisata. Sekretaris Tim Percepatan Wisata Halal, Tazbir, mengungkapkan, wisata halal merupakan potensi perekonomian baru yang sudah diyakini banyak negara. Bahkan pasar bisnisnya pun memiliki potensi yang sangat besar sehingga Indonesia tidak boleh ketinggalan untuk menggarap wisata halal. Konsep wisata halal ke depan menurut Tazbir juga akan meluas pada pemberian label halal bukan hanya kepada sektor industri makanan dan minuman, tetapi juga kepada bisnis perhotelan dan restoran. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan hotel dan restoran akan diberi label halal.

Dia mencontohkan lokasi wisata halal yang ada di Korea Selatan yang telah menerapkan konsep halal tersebut kepada hotel dan restoran. Akibat berkembangnya budaya Korea seperti KPop dan K-Drama yang mampu menghipnosis masyarakat dunia, Korea mampu menyiapkan diri bagi kedatangan turisturis muslim.

"Kita sudah bukan lagi hanya memasang pengumuman tidak menggunakan babi, tetapi akan langsung mengumumkan restoran mereka telah mendapatkan sertifikasi halal. Kalau caranya seperti ini, turis mana yang tidak akan tertarik? Mereka tentu tidak akan berpikir dua kali untuk makan di restoran tersebut," tuturnya.

Pengamat pariwisata syariah Azril Azahari mengatakan, jika mengacu pada Fatwa MUI Nomor 108/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata, semua lini dan area setempat harus berdasarkan prinsip syariah. Artinya bukan hanya makanan yang berlabel halal, tetapi keseluruhan daerah tersebut harus sesuai dengan syariat Islam. Meski demikian Azril menyadari bahwa tidak bisa sepenuhnya wisata halal menerapkan syariat Islam.

"Untuk produk memang sangat memungkinkan (mendapat label halal), tetapi untuk urusan layanan belum banyak yang menerapkan. Misalnya pemeriksaan kartu pengenal untuk memastikan wisatawan bersama muhrimnya," tutur Azril.

Meski demikian Indonesia menurutnya sudah siap dengan tren wisata halal ini. Pemerintah pun dinilai sukses dalam menangkap potensi yang ada pada wisata halal. Namun dia berharap Indonesia tidak hanya terfokus pada wisatawan muslimnya saja sebagai target pasar, melainkan pada wisatanya itu sendiri. Dia mencontohkan lokasi wisata halal yang ada di Korea Selatan yang telah menerapkan konsep halal tersebut kepada hotel dan restoran. Akibat berkembangnya budaya Korea seperti KPop dan K-Drama yang mampu menghipnosis masyarakat dunia, Korea mampu menyiapkan diri bagi kedatangan turisturis muslim.


"Kita sudah bukan lagi hanya memasang pengumuman tidak menggunakan babi, tetapi akan langsung mengumumkan restoran mereka telah mendapatkan sertifikasi halal. Kalau caranya seperti ini, turis mana yang tidak akan tertarik? Mereka tentu tidak akan berpikir dua kali untuk makan di restoran tersebut," tuturnya.

Pengamat pariwisata syariah Azril Azahari mengatakan, jika mengacu pada Fatwa MUI Nomor 108/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata, semua lini dan area setempat harus berdasarkan prinsip syariah. Artinya bukan hanya makanan yang berlabel halal, tetapi keseluruhan daerah tersebut harus sesuai dengan syariat Islam. Meski demikian Azril menyadari bahwa tidak bisa sepenuhnya wisata halal menerapkan syariat Islam. "Untuk produk memang sangat memungkinkan (mendapat label halal), tetapi untuk urusan layanan belum banyak yang menerapkan. Misalnya pemeriksaan kartu pengenal untuk memastikan wisatawan bersama muhrimnya," tutur Azril.

Meski demikian Indonesia menurutnya sudah siap dengan tren wisata halal ini. Pemerintah pun dinilai sukses dalam menangkap potensi yang ada pada wisata halal. Namun dia berharap Indonesia tidak hanya terfokus pada wisatawan muslimnya saja sebagai target pasar, melainkan pada wisatanya itu sendiri.

Sumber: Koran Sindo

 

Islam agama fitrah bagi manusia yang ingin hidup tumbuh dan berkembang dengan baik. Disebut fitrah karena ajarannya sempurna dan komperhensip dimana syari’atnya mencakup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hidup dan kehidupan manusia itu sendiri baik secara pribadi mapun sebagai anggota masyarakat sesuai dengan status masing-masing dimana dan kapanpun.

Salah satu ajarannya adalah tentang ketentuan makanan dan minuman yang halal/dibolehkan dan makanan dan minuman yang haram/ dilarang.

 

1.Kenapa Harus Halal ?

Ada tiga alasan :

  1. Karena perintah agama sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
  2. Karena untuk memelihara kesehatan jasamani dan rohani.
  3. Akan membentuk pribadi yang cerdas. 

Seseorang yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal didasarkan pada perintah agama tentu akan selalu berhati-hati, disamping mencari makanan dan minuman yang baik dan sehat dia juga berhati-hati dalam memilih sesuatu agar sesuai dengan aturan Allah demi mengharapkan ridhoNYA dan menghindari adzabNYA. Sikap tersebut diatas akan membenrtuk dirinya menjadi pribadi yang cerdas karena dia akan selalu beruntung.

Bila pribadi-pribadi ini tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat dengan baik, maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dimana para anggotanya/warganya selalu tolong menolong, bantu membantu sesamanya dan menjauhi hal-hal yang menimbulkan perselisihan dan permusuhan sesamanya maka terwujudlah masyarakat terbaik dan harmonis yang menjadi idaman bersama.

 

2. Kriteria Makanan dan Minuman yang Halal dan Haram

Setelah memperhatikan ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi serta kaidah fiqhiyah tersebut diatas tadi maka kita bisa menarik kesimpulan tentang kriteria makanan dan minuman yang halal berikut contohnya adalah sebagai berikut :

  1. Kriteria tentang makanan yang halal.

Perlu diketahui bahwa halalnya suatu makanan harus meliputi tiga hal :

  1. Halal karena dzatnya. Artinya, benda itu memang tidak dilarang oleh hukum syara’, seperti nasi, susu, telor, dan lain-lain.
  2. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya tidak sesuai dengan hukum syara’ maka menjadi haramlah ia. Sebagaimana, mencuri, menipu, dan lain-lain.
  3. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam maka dagingnya menjadi haram.

 Kriteria makanan  yang halal adalah sebagai berikut:

  1. Bergizi dan tidak mengandung racun yang menyebabkan penyakit
  2. Bermanfaat bagi tubuh untuk pertumbuhan
  3. Tidak disatukan dan tidak tercampuri barang haram
  4. Tidak memabukkan
  5. Diperoleh dengan cara yang halal

Contoh makanan yang halal :Nasi, susu, telor dan daging hewan setelah disembelih secara syari’at islam.

Kriteria minuman yang halal adalah sebagai berikut:

  1. Tidak kotor dan tidak najis
  2. Tidak membuat mabuk
  3. Tidak merusak tubuh
  4. Mengandung manfaat bagi tubuh
  5. Diperoleh dengan cara yang halal

Contoh minuman yang halal: Air sumber, air kali, air kelapa dan minuman yang lainnya yang tidak memabukan atau membahayakan.

Kriteria Makanan  haram:

  1. Semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 3 dan surat Al-An’am ayat 145 yaitu bangkai, darah, daging babi, semeblihan atas nama selain Allah dan seterusnya.
  2. Semua makanan yang keji yaitu yang kotor dan menjijikan
  3. Semua jenis makanan yang dapat mendatangkan madhorot terhadap jiwa raga, akal, moral dan akidah.
  4. Semua makanan yang didapt dengan tidak halal seperti, pencurian ,korupsi, riba dan cara-cara lain yang dilarang agama.

 Contoh makanan haram: Darah, bangkai, nanah dan benda-benda lainnya.

 

 Kriteria Minuman  haram:

  1. Semua minuman yang memabukan atau apabila diminum menimbulkan madhorot.
  2. Minuman dari benda najis atau benda yang terkena najis.
  3. Minuman yang didapatkan dengan cara-cara tidak halal atau bertentangan dengan ajaran islam

Contoh minuman haram : Khomr, air yang kena najis, dan air lainnya yang menimbulkan bahaya.

Demikian dasar-dasar tentang pentingnya makanan minumam halal, Begitu pentingnya makanan dan minuman halal untuk seluruh umat manusia. Dan sesungguhnya yang Halal itu jelas, dan yang haram juga jelas, namun diantara keduanya banyak perkara yang syubhat (samar), yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barang siapa yag menjauhi perkara yang samar (syubhat), ia telah menjaga agama dan kehormatanya...

 

Oleh :

K.H. Abdul Wahid Sahari, MA

 

 

 

Islam agama fitrah bagi manusia yang ingin hidup tumbuh dan berkembang dengan baik. Disebut fitrah karena ajarannya sempurna dan komperhensip dimana syari’atnya mencakup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hidup dan kehidupan manusia itu sendiri baik secara pribadi mapun sebagai anggota masyarakat sesuai dengan status masing-masing dimana dan kapanpun.

Salah satu ajarannya adalah tentang ketentuan makanan dan minuman yang halal/dibolehkan dan makanan dan minuman yang haram/ dilarang.

Kenapa Harus Halal ?

Ada tiga alasan :

  1. Karena perintah agama sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
  2. Karena untuk memelihara kesehatan jasamani dan rohani.
  3. Akan membentuk pribadi yang cerdas..

Seseorang yang mengkonsumsi akanan dan minuman yang halal didasarkan pada perintah agama tentu akan selalu berhati-hati, disamping mencari makanan dan minuman yang baik dan sehat dia juga berhati-hati dalam memilih sesuatu agar sesuai dengan aturan Allah demi mengharapkan ridhoNYA dan menghindari adzabNYA. Sikap tersebut diatas akan membenrtuk dirinya menjadi pribadi yang cerdas karena dia akan selalu beruntung.

Bila pribadi-pribadi ini tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat dengan baik, maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dimana para anggotanya/warganya selalu tolong menolong, bantu membantu sesamanya dan menjauhi hal-hal yang menimbulkan perselisihan dan permusuhan sesamanya maka terwujudlah masyarakat terbaik dan harmonis yang menjadi idaman bersama.

Hadits-hadits yang berkaitan dengan haram/halal  makanan dan minuman :

 A. Hadits Rasulullah SAW

هو الطهور مَاؤُه الحِلُّ ميْتَتُهُ

Artinya : dia (laut) adalah pensuci airnya dan halal bangkainya .

(HR. Abu Daud 1/69 no 83. At-Timidzi 1/100 no 59 dan ibnu majah 1/136 no 386. Dan disohihkan olej Syaikh Al-Albani)

 

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah

كُلُّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ

Artinya :“Semua binatang buas yang bertaring, maka mengkonsumsinya adalah haram.” (HR. Muslim III/1534 no.1933).

 

Diriwayatkan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ كُلِّ ذِى نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ وَعَنْ كُلِّ ذِى مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ
 

Artinya :“Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring dan semua burung yang mempunyai cakar.”

(HR.Muslim III/1534 no.1934).

 

Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi SAW bersabda :

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْحُدَيَّا وَالْغُرَابُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

Artinya :“Lima binatang jahat yang boleh dibunuh, baik di tanah haram (Mekkah dan Madinah, pent) atau di luarnya: tikus, kalajengking, burung buas, gagak, dan anjing hitam.” (HR.Bukhari III/1204 No.3136, dan Muslim II/856 no.1198).

 

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَ الدَّوَابِّ النَّمْلَةُ وَالنَّحْلَةُ وَالْهُدْهُدُ وَالصُّرَدُ

 Artinya : “Sesungguhnya Nabi melarang membunuh empat jenis binatang, yaitu: semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurad (sejenis burung gereja).” (HR. Abu Daud II/789 no.5267. Dan Syaikh Al-Albani men-shahih-kannya).

 

Hadits Diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Utsman, ia berkata:


أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِى دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ قَتْلِهَا

Artinya : “Bahwa ada seorang thabib (dokter) bertanya kepada Rasulullah tentang kodok yang dia racik sebagai obat, maka Nabi melarangnya untuk membunuhnya.” (HR.Abu Daud II/399 no.3871 dan II/789 no.5269. dan Syaikh Al-Albani men-Shahih-kannya).

 

Dari  Anas bin Malik , ia berkata : bahwa ada seorang pesuruh Rasulullah yang berseru :

إِنَّ الله ورسوله يَنْهَيَاكُمْ عَنْ لُحُوْمِ ِالْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ, فَإِنَّهَا رِجْسٌ

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian untuk memakan daging-daging keledai yang jinak, karena dia adalah najis”. (HR. Bukhari V/2103 no.5208, dan Muslim III/1540 no.1940).

 

Jabir bin Abdullah berkata:

حَرَّمَ رسول الله صلى الله عليه وسلم – يَعْنِي يَوْمَ خَيْبَرٍ – لُحُوْمَ الْحُمُرِ الْإِنْسِيَّةِ، وَلُحُوْمَ الْبِغَالِ

 Artinya : “Rasulullah  SAW mengharamkan -yakni pada saat perang Khaibar- daging keledai jinak dan daging bighal.”

(HR. Ahmad III/323 no.14503, dan At-Tirmidzi IV/73 no.1478).

 

sebagaimana diriwayatkan dari Abu Mas’ud Al-Anshari  berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِىِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ

Artinya : “Bahwa Rasulullah SAW melarang dari harga (jual-beli) anjing, upah pelacuran dan hasil praktek perdukunan.”

(HR. Bukhari II/779 no.2122, dan Muslim III/1198 no.1567).

 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Artinya :  “Sesungguhnya jika Allah mengharamkan memakan sesuatu, maka Dia akan mengharamkan harganya”.

(HR. Ahmad I/293I no.2678).

 

Juga Nabi bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Artinya : “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain”.

(HR. Ahmad I/313 no.2867, dan Ibnu Majah no.2431).

 

Hadits Abu Waqid Al-Laitsi

مَا قُطِعَ مِنَ الْبَهِيْمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ، فَهُوَ مَيْتَةٌ

Artinya : “Apa saja yang terpotong dari binatang dalam keadaan binatang itu masih hidup, maka potongan itu adalah bangkai”.

(HR. Ahmad V/218 no.21953, Abu Daud II/123 no.2858, At-Tirmidzi IV/74 no.1480, dan ia men-shahih-kannya).

 

Hadits Abdullah bin Umar

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ


artinya : “Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah. Adapun kedua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Dan adapun kedua darah itu adalah hati dan limfa”. (HR. Ahmad II/97 no.5723, dan Ibnu Majah II/1102 no.3314. dan di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani).

 

Hadits Abdullah bin umar

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ الْجَلَّالَةِ وَأَلْبَانِهَا

 Artinya : “Rasulullah SAW melarang memakan Jallalah dan meminum susunya.” (HR.AbuDaud II/379 No. 3785, dan di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani).

 

Abdullah bin Umar ra berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ الْجَلاَّلَةِ فِى الإِبِلِ أَنْ يُرْكَبَ عَلَيْهَا أَوْ يُشْرَبَ مِنْ أَلْبَانِهَا

Artinya : “Rasulullah melarang memakan Jallalah dari onta, menunggangnya, dan meminum susunya.” (HR.Abu Daud II/379 no.3787).

 

Hadits Maimunah -radhiallahu ‘anha- bahwa Nabi bersabda :

أَلْقُوهَا وَمَا حَوْلَهَا فَاطْرَحُوهُ . وَكُلُوا سَمْنَكُمْ

Artinya : “Buanglah tikusnya dan buang juga lemak yang berada di sekitarnya lalu makanlah (sisa) lemak kalian”.

(HR. Bukhari I/93 no.233, 234).

Hadist-hadist tersebut diatas sebagai anjuran kepada setiap manusia dan kewajiban bagi umat islam untuk mengkonsumsi makanan yang baik dan halal yang bergizi dan sehat dalam rangka ibadah kepada Allah. (Bersambung).....

 

Oleh:  K.H. Abdul Wahid Sahari, MA.

Ketua LK3I Universitas Mathla'ul Anwar Banten

 

Muqoddimah

Islam agama fitrah bagi manusia yang ingin hidup tumbuh dan berkembang dengan baik. Disebut fitrah karena ajarannya sempurna dan komperhensip dimana syari’atnya mencakup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hidup dan kehidupan manusia itu sendiri baik secara pribadi mapun sebagai anggota masyarakat sesuai dengan status masing-masing dimana dan kapanpun.

Salah satu ajarannya adalah tentang ketentuan makanan dan minuman yang halal/dibolehkan dan makanan dan minuman yang haram/ dilarang.

Kenapa Harus Halal ?

Ada tiga alasan :

  1. Karena perintah agama sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
  2. Karena untuk memelihara kesehatan jasamani dan rohani.
  3. Akan membentuk pribadi yang cerdas..

Seseorang yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal didasarkan pada perintah agama tentu akan selalu berhati-hati, disamping mencari makanan dan minuman yang baik dan sehat dia juga berhati-hati dalam memilih sesuatu agar sesuai dengan aturan Allah demi mengharapkan ridhoNYA dan menghindari adzabNYA. Sikap tersebut diatas akan membenrtuk dirinya menjadi pribadi yang cerdas karena dia akan selalu beruntung.

Bila pribadi-pribadi ini tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat dengan baik, maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dimana para anggotanya/warganya selalu tolong menolong, bantu membantu sesamanya dan menjauhi hal-hal yang menimbulkan perselisihan dan permusuhan sesamanya maka terwujudlah masyarakat terbaik dan harmonis yang menjadi idaman bersama.

 

Dasar Penentuan  Halal dan Haram Makanan  Minuman

 Berdasarkan dalil dari Al-Qur’an.

  1. Surat Al-Maidah ayat 4

 Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad): "Apakah yang Dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu(adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu  yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat cepat hisab-Nya.

  1. Surat Al-Baqoroh ayat 168

 Hai sekalian manusia,m akanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

  1. Surat Al-Baqoroh ayat 172

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

  1. Surat Al-Maidah ayat 93

Artinya : tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka Makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

  1. surat Al-Maidah ayat 96 :

 Artinya : Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

 

Ayat-ayat yang berkenaan dengan keharaman makanan dan minuman adalah sebagai berikut:

Surat Al-An’am ayat 145

Artinya : Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Perhatikan  surat Al-Maidah ayat 3

Artinya : diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Firman Allah surat Al-An’am ayat 121

Artinya : dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.

Firman Allah surat Al-Maidah ayat 90

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Ayat-ayat tersebut diatas sebagai anjuran kepada setiap manusia dan kewajiban bagi umat islam untuk mengkonsumsi makanan yang baik dan halal yang bergizi dan sehat dalam rangka ibadah kepada Allah. (bersambung)

 

oleh: KH.  Abdul Wahid Sahari, MA

 

(PKPH, Pandeglang). Pernahkah kita melihat komposisi makanan di kemasan produk? Undang undang tentang Keamanan Pangan, mewajibkan untuk mencantumkan komposisi makanan disetiap kemasan, sehingga konsumenan mengetahui bahan-bahan yang dipergunakan dalam produk yang dikemas.  Undang Undang  no 33 tahun 2014, pasal 4, berbunyi “ Produk yang masuk, beredar, dan diperdagaangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat  halal.

Lesitin merupakan salah satu komponen yang sering dicantumkan dalam kemasan makanan. Lesitin merupakan turunan dari senyawa lipida, termasuk dalam lemak majemuk, disebut juga dengan fosfatidilkolin, karena mengandung gugus fosfat dan kolin. Lesitin dikenal juga dengan emulsifier, karena berfungsi untuk mempertahankan emulsi ikatan air dan minyak atau lemak, sehingga lesitin banyak dimanfaatkan sebagai emulgator pada industri makanan. Industri makanan sering menggunakannya untuk produksi permen, keju, margarin, biskuit, dan lain sebagainya.

Lesitin tersebar luas dalam sel tubuh, diperoleh melalui proses ekstraksi zat-zat yang mengandung asam lemak yang terdapat pada lemak hewani maupun nabati. Lemak hewani umumnya diperoleh dari lemak daging sapi, kerbau, kambing,  babi, dan kuning telur. Lesitin  nabati dapat diperoleh dari tanaman kacang-kacangan, seperti kedelai. Kedelai merupakan sumber lesitin secara komersial, sehingga sering dikenal dengan soylechitin (lesitin kedelai).

Peranan lesitin bagi tubuh manusia, antara lain adalah untuk meningkatkan kecerdasan, lesitin dalam otak berfungsi sebagai sumber kolin (vitamin B kompleks). Kolin bekerja untuk mengontrol sintesis acetychlonine, dalam metabolisme tubuh berfungsi sebagai penghantar syaraf sehingga dapat mempengaruhi daya ingat atau memori otak. Harapannya, dengan mengkonsumsi lesitin, daya ingat atau memori kita makin kuat.

Bagaimana lesitin ditulis dikemasan?  Produsen makanan kemasan sering menulis dengan nama “lesitin” saja, tanpa dicantumkan sumbernya. Hal ini tentu masih meragukan kehalalannya. Bisa jadi sumbernya dari yang halal atau nonhalal. Lesitin yang halal adalah yang biasa ditulis dengan “lesitin kedelai”, soylechitin, atau soyalechitin, lesitin yang bersumber dari kedelai, insyaallah halal. Sebagai bentuk kehati-hatian kita terhadap makanan yang kita konsumsi, lihatlah dikemasannya, kalau hanya tertera lesitin, bisa jadi sumber lesitinnya dari lemak hewan yang halal atau lemak babi, jika dari lemak binatang halal perlu diyakinkan lagi apakah proses penyembelihannya sesuai dengan syariat Islam atau tidak?. Marilah lebih berhati hati dengan yang kita makan. You are What You Eat.

Gerakan Masyarakat Sadar Produk Halal

Halal itu mencerdaskan

Halal is my life

 

Hadi Susilo

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

(PKPH, Cilegon) Apakah keberkahan akan turun sendiri dari langit secara tiba-tiba?. Banyak orang yang berharap hidupnya mendapat keberkahan, mendapatkan ketenangan, dan ternyata tidak semua orang mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.

Berkah, menurut bahasa adalah karunia Allah swt yang mendatangkan  kebaikan bagi kehidupan manusia. Menurut para Ulama, berkah itu dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu berkah yang tampak (hissy), dan yang tidak tampak tapi bisa dirasakan (maknawi).

Sebagai contoh  berkah hissy adalah: kesuburan tanah, hujan yang teratur, hasil sumber daya alam  yang melimpah seperti: emas, perak, batubara, gas, dan hasil laut yang banyak ikan. Sedangkan berkah maknawi adalah berupa petunjuk Allah swt, yang diberikan kepada manusia sehingga mereka dapat melaksanakan tuntunan agama secara sempurna. Itulah keberkahan yang dibukakan oleh Allah sehingga karunia yang diberikan kepada manusia akan membawa kebaikan. Sebaliknya, berkah juga akan dicabut manakala manusia mendustakan tuntunan Allah.

Dalam hal makanan, meskipun kita bisa makan kenyang dan lezat, terpenuhi kebutuhan tubuh, namun apabila yang kita konsumsi bukan makanan halal dan baik apalah artinya, dengan makan makanan yang haram,  malah menurunkan kesehatan tubuh, merusak organ tubuh, dan dapat mendatangkan penyakit. Banyak penyakit yang disebabkan oleh pola makan yang salah, sepeti diabetes, jantung coroner, paru-paru. Makan bukan sekedar memenuhi enaknya lidah, kenyangnya perut, terpenuhinya energi bagi metabolisme tubuh, namun makan adalah dalam rangka beribadah melaksanakan perintah agama, seperti yang Allah firmankan dalam Al Quran:

“Dan makanlah dari apa yang telah diberikan allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS Al Maidah[5]: 88).

Nabi Muhammad saw, yang menjadi teladan bagi kita semua, juga bersabda:

 “Sesungguhnya seseorang akan mendapat pahala dari setiap makanan yang dia masukkan kedalam mulutnya dan kedalam mulut istrinya.” (HR Bukhari).

Contoh lain hilangnya keberkahan adalah, meskipun sebuah negeri subur, sumberdaya alam melimpah, SDM yang cerdas,  bukan kemakmuran yang datang, melainkan berbagai bencana silih berganti yang dirasakan oleh warganya. Data statistik menunjukan, sejak 20 tahun yang lalu, di New York dan Los Angeles, hampir tiap dua menit terjadi perkosaan dan pembunuhan. Sehingga banyak warga kota yang pindah ke kota lainnya. Allah menegaskan dalam Al Qur’an, dengan berfirman,

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan karena perbuatannya. (QS Al A’raf[7]:96).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa,  kemakmuran materi berkaitan erat dengan kemakmuran rohani dan imani. Betapapun melimpahnya kekayaan manusia, tidaklah akan membawa kebaikan kalau iman dan takwa tidak ada. Bahkan, siksa Allah swt, akan terus membayangi mereka. Rasulullah saw bersabda:

Apabila engkau melihat Allah memberikan harta dunia kepada hamba-hambaNya yang banyak maksiat, apa saja yang dia inginkan, maka pemberian itu adalah istidraj.” (HR Ahmad). Istidraj, artinya seseorang dikeluarkan dari kebenaran tanpa ia sadari. Lebih lanjut Rasulullah saw bersabda:

Akan datang suatu zaman pada umatku nanti, yaitu jauh dari ulama dan ahli ahli fiqih (menghindar dan tidak mau menjalankan syariat), maka Allah akan menurunkan tiga musibah, yaitu: diangkatnya keberkahan dalam hidup, akan dipimpin oleh pemimpin yang zalim, serta meninggal tanpa membawa iman.

Keberkahan bukanlah suatu pemberian Allah yang datang begitu saja secara tiba-tiba, dengan tanpa sebab diturunkan kepada seseorang, keberkahan merupakan sesuatu yang senantiasa diminta dan diupayakan oleh manusia  kepada pemiliknya, Allah swt.  Oleh karena itu, marilah kita jaga iman dan takwa, menegakkan sholat dengan berjamaah, membayar zakat, bersedekah, makan yang halal,  berserah diri dan mendekatkan diri kepada Allah swt.  Semoga dengan melakukan itu keberkahan tidak hilang dan dicabut oleh Allah swt.

 

Hadi susilo

Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas mathla’ul Anwar Banten

Email: hadisusilo1973@gmail.com

            hadi@halalunmabanten.id

(PKPH, Ngawi). Salah satu dari ciri-ciri makhluk hidup adalah membutuhkan makanan atau nutrisi. Makanan pada makhluk hidup, seperti: mikrob, tumbuhan, dan hewan digunakan sebagai sumber energi, energi ini dipakai dalam proses metabolisme reaksi kimia tubuh, pembentukan struktur sel, jaringan, organ, sistem organ, pertumbuhan dan perkembangan. Berdasarkan jumlah kebutuhan nutrisinya, makanan dikelompokkan menjadi kelompok makro, nutrisi dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, seperti: karbohidrat, lemak, protein dan kelompok mikro, nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, seperti: vitamin, dan mineral.

Halal  memiliki makna Boleh. Kebanyakan bahan makanan ciptaan Allah SWT adalah halal, kecuali secara khusus disebutkan dalam Al-Qur’an atau Hadits. Makanan halal adalah makanan yang secara syar’i diperbolehkan untuk dikonsumsi manusia dan tidak mengandung dengan yang haram.  Perintah mengkonsumsi makanan Halal, ditujukan untuk seluruh umat manusia, sebagaiman  dalam Firman Allah, “Wahai sekalain manusia makanlah sebagaian dari makanan yang ada di bumi ini, yang halal dan baik dan janganlah kamu menuruti jejak langkah setan, sesungguhnya setan itu adalah musuh kamu yang nyata. (QS Al-Baqarah:168), demikian juga Allah berfirman, “Dan Allah telah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS Al A’raf :157).

Islam adalah agama yang sempurna, agama yang diturunkan kepada umat manusia. Tujuan diciptakannya manusia, adalah dalam rangka beribadah kepada Allah swt. Beribadah tentu harus dengan ikhlas dan berpedoman pada sunnah Rasulullah. Hanya dengan cara inilah ibadah dapat diterima oleh Allah swt. Demikian juga halnya dalam makan. Makan makanan, tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan proses metabolisme.

 

Makannya manusia tidak sama dengan makannya binatang, binatang makan makanan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saat binatang masih hidup di dunia, sedangkan pada makannya manusia, selalu terkait dengan kehidupan dunia dan kehidupan akherat. Makanan yang dikonsumsi manusia akan berpengaruh kepada hati, hanya dengan makanan yang halal, hati akan lembut, bersih, dan selalu merasakan kehadiran dan kebesaran Allah dalam hatinya.

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, namun diantara keduanya ada banyak perkara yang samar (syubhat), yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka, barang siapa yang menjauhi perkara yang samar (syubhat), ia telah menjaga agama dan kehormatannyanya. Dan barang siapa yang jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia telah jatuh pada perkara yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya disekitar hima(tanah larangan) yang dikhawatirkan akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuialah bahwa batasan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah bahwa setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuialah, ia adalah qolbu.” (HR Muslim).

Hadist tersebut menunjukkan bahwa, makanan halal yang diperintahkan Allah adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, sebagai bukti kepasrahan  seorang hamba kepada Allah, yang akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di akherat. Makan bukan sekedar memenuhi kebutuhan hidup, namun makan adalah sebagaian dari perintah Allah, yakni perintah untuk mengkonsumsi makanan yang halal. Allah juga memberikan ancaman masuk neraka kepada siapa saja yang mengkonsumsi makanan yang haram, sebagaimana sabda beliau:

أَيُّمَا لَحْمٍ نَبَتَ مِنَ الْحَرَامِ فَالنَّارُ أَوْلَى لَهُ

“Daging mana saja yang tumbuh dari sesuatu (makanan) yang haram, maka neraka lebih pantas (sebagai tempat tinggal, pent) baginya”. Demikian pula orang yang mengkonsumsi makanan yang haram, ia terancam ibadah (doa)nya tidak diterima dan dikabulkan oleh Allah.

 

#Makanan halal lebih dari sekedar untuk hidup

#halal itu sehat

#Halal is my life

 

 

Hadi Susilo,M.Si

Kepala Bidang Humas, Kerjasama, dan Pelayanan

Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Halaman 1 dari 2
000508202
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
528
482
3154
8403
22023
508202
IP Anda: 54.92.148.165
20-07-2019 23:55

Flag Counter

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI: