(PKPH, Makasar)-Sebuah studi yang dilaporkan peneliti terhadap 44.672 kasus positif Covid-19 di Kota Wuhan terlihat bahwa prosentasi kematian (Case Fatality Rate) tertinggi pada kelompok umur di atas 80 tahun (14.8%), menyusul 70-79 tahun (8%), dan 60-69 tahun (3,6%). Tidak ada pasien yg meninggal di bawah 10 tahun dan sangat jarang yg meninggal di bawah 50 tahun. Ini menunjukkan kelompok Lansia berisiko tinggi terhadap kematian akibat Covid-19.

Usia di atas 60 tahun adalah kelompok dengan sistim imunitas yang mulai menurun. Pada kelompok umur ini pula ditemukan banyak penderita penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner, dsb. Pada saat virus datang kepada mereka maka kemampuan tubuh (antibodi) untuk melawan terbatas. Tidak heran apabila banyak seruan untuk melakukan isolasi pada kelompok Lansia dari paparan virus agar mengurangi beban dan menekan angka kematian.

Allah memang mengatur lehidupan ini dari lemah (bayi/anak) menjadi kuat (pemuda/dewasa) dan kemudian menjadi lemah kembali (Lansia) sampai akhirnya meninggalkan dunia ini. Umur ummatku kata Nabi Muhammad adalah antara 60-70 tahun. Namun dibalik itu kita harus bersyukur apabila kita mendapati orang tua kita Lansia karena kita masih dapat berbakti kepadanya. Apalagi seseorang yang mendapati orang tuanya di usia lanjut berarti pintu Sorga terbuka lebar baginya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Wa washshainal insaana biwaalidaihi, hamalathu ummuhuu wahnan 'alaawahniw wafishaaluhuu fii 'aamaini (QS Luqman 31-14). Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dengan keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun.

LANSIA PERLU DIISOLASI DARI BAHAYA VIRUS SEBAGAI BUKTI KECINTAAN KITA KEPADA MEREKA

 

Pesan Dakwah 3 Sya'ban 1441H

By: Prof. Veni Hadju

(PKPH, Makasar)-Please, stay at home. Kalimat ini sering kita dengar dalam dua pekan terakhir ini. Himbauan untuk diam di rumah datang dari setiap nasehat yang disampaikan baik oleh pejabat tinggi maupun petugas lapangan. Semua sadar bahwa virus Corona tidak main-main penularannya. Semua negara dibuat kerepotan dan bahkan ketakutan. Jumlah korban terus berjatuhan setiap hari.

Diam di rumah memang bukan hal yang mudah. Banyak yang merasa tidak nyaman tinggal di rumah. Banyak yang menolak. Apalagi kalau ada yang hanya bisa memberi makan keluarganya kalau dia keluar rumah. Tidak sedikit yg mulai berpikir apa yg akan dimakan keluarganya bila kondisi terus seperti ini. Harus ada gerakan untuk membuka posko persediaan pangan atau makanan jadi bagi mereka yang mengalami masalah ini.

Allah memang mempergilirkan kesulitan dan kemudahan dalam kehidupan ini. Itulah seninya hidup. Tdak pernah orang mengalami kesulitan terus menerus atau kemudahan terus menerus. Di situlah ujian, untuk melihat keimanan seseorang. Dalam kondisi apapun manusia diperintahkan untuk terus berbuat dari kebaikan yang satu kepada kebaikan lainnya dan hanya berharap kepada-Nya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Fa inna ma'al 'usri yusraa, inna ma'al 'usri yusraa. Faidzaa faraghta fanshab, wa ilaa rabbika farghab (QS Asy-Syarh 94:5-8). Artinya: Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau selesai dengan suatu urusan maka tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

 

DIAMLAH DI RUMAHMU DAN TERUSLAH BERBUAT KEBAIKAN SERTA BERHARAP HANYA KEPADA-NYA.

 

Pesan Dakwah 29 Rajab 1441H

By: Prof. Veni Hadju

(PKPH, Makasar)-Di tahun ke-18 Hijriah, saat wabah menyerang Kota Syam, Gubernur Abu Ubaidah yg sangat mencintai rakyatnya itu wafat. Pimpinan diserahkan ke Muadz bin Jabal tapi beliau juga wafat akibat wabah. Setelah itu Amr bin Ash ditunjuk sebagai pengganti. Dialah yang mempunyai ide bahwa wabah yang telah membunuh 20 ribu penduduk Syam waktu itu atau setengah populasi. harus diatasi dengan menyuruh para warganya menjaga jarak dan berpencar di gunung-gunung. Ternyata ide ini manjur dan wabah berhenti.

Jaga jarak atau dikenal saat ini social distancing sangat dianjurkan. Sedih memang rasanya saat hari Jum’at ini tidak bisa shalat berjamaah di mesjid. Seperti mimpi, tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Prihatin juga melihat orang tidak mau salaman dan mengambil jarak karena memang itu yang harus dilakukan untuk menghindari penularan virus corona yang sedang mewabah saat ini.

Allah memang akan menguji kita dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta. Manusia tidak punya kuasa untuk menolaknya. Manusia hamba yang sangat lemah. Hanya memang kadang manusia takabur karena merasa dirinya kaya, kuat dan berdaya. Ujian ini diharapkan menyadarkan manusia sehingga kembali hanya membesarkan Sang Pencipta.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Walanabluwannakum bisyayim minal khaufi wal juui'i wanaqshim minal amwaali wal anfusi watstsamaraati wabasysyirish shaabiriin (QS Al-Baqarah 2:155). Artinya: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

BERTAHANLAH DI RUMAH DAN JAGALAH JARAK SEBAGAI IKHTIAR AGAR UJIAN INI SEGERA BERAKHIR.

 

Pesan Dakwah 24 Rajab 1441M

By: Prof. Veni Hadju

(PKPH, Makasar)-Takdir diyakini oleh orang-orang beriman terjadi atas kehendak Allah. Takdir terjadi di luar kekuasaan manusia dan manusia harus menerimanya. Semua takdir adalah baik di sisi Allah. Namun pada sisi manusia, ada takdir yang akan menjadi ujian dan ada pula berupa karunia Allah. Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat mempelajari sesuatu secara detail sehingga dapat memprediksi takdir yang akan terjadi.

Ahmad Rusdan Utomo, PhD, peneliti Stem Cell alumni Harvard University USA, yang saat ini bekerja di Jakarta, menulis artikel lewat Medsos dengan judul SAAT SAINS KETEMU TAKDIR. Tulisan ini dengan cepat menjadi viral dan menjadikan beliau diundang sebagai pembicara di berbagai tempat dan sempat hadir di Baruga Amiruddin, Fak Kedokteran Unhas beberapa pekan lalu. Pada intinya beliau mengatakan bahwa sains memberi penjelasan kepada kita bagaimana sesuatu bisa terjadi (sains) dan kalau itu telah terjadi (takdir) bagaimana sikap kita menghadapinya.

Takdir Allah atas Virus Corona yang telah mengalami mutasi genetik pada hewan kalelawar adalah kuman yang mematikan pada manusia. Virus ini mempunyai tingkat penularan yang sangat tinggi walaupun angka kematian berada di bawah 5%. Saat ini penderita Virus ini sudah berada di lebih 100 negara dan menembus angka 100.000. Allah memang menciptakan segala sesuatu dan menetapkan kadar dari setiap ciltaan-Nya dengan tepat. Pemahaman akan takdir Virus Corona ini harusnya menyadarkan kita semua bahwa kita pasti akan kembali kepada-Nya.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Wa khalaqa kulla syay in faqaddarahuu taqdiiraa (QS Al-Furqan 25:2). Artinya: Dan (Allah) menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.

PERHATIKANLAH TAKDIR ALLAH YANG ADA PADA DIRIMU DAN DI ALAM SEKITARMU, PASTI ADA HIKMAH DI BALIK ITU

 

Pesan Dakwah 16 Rajab 1441H

By: Prof. Veni Hadju

(PKPH, Makasar)-Tidak ada topik yang paling banyak dibicarakan dalam dua bulan terakhir ini selain COVID-19. Dibalik pemberitaan yang heboh di berbagai media namun berita terakhir mengatakan bahwa jumlah kasus baru terus menurun di negeri asal virus ini. Bahkan di beberapa provinsi di China, tidak ada lagi kasus baru. Walaupun di luar China kasus ini masih mengkhawatirkan, pengendalian virus ini terus dilakukan dengan baik

Menyetop penularan dengan melarang manusia masuk ke tempat ada wabah dan melarang orang dari wilayah wabah ke luar, adalah cara yang terbukti efektif. Demikian pula dengan memberi perlindungan kepada petugas yang berhubungan langsung dengan penderita dan melakukan karantina untuk mereka yang baru keluar dari lokasi wabah. Semua dilakukan berdasarkan kemajuan ilmu pengendalian penyakit di bidang Kesehatan Masyarakat.

Virus hanyalah salah satu makhluk kecil ciptaan Allah. Dalam Al-Qur'an, makhluk kecil seperti lebah, semut, dan laba-laba merupakan nama-nama surat. Setiap makhkuk ini mempunyai tugas masing2 yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Allah memang menciptakan makhluk yang tidak terlihat kasat mata sebagai perumpamaan yang bisa membuat manusia sesat atau mendapat petunjuk.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Innallaaha laa yastahyii ayyadhriba matsalam maa ba'uudhatan famaa fauqahaa. Faammalladziina aamanuu faya'lamuuna annahul haqqu mirrabbihim, wa ammalladziina kafaruu fayaquuluuna maadzaa araadhallaahu bihaadzaa matsalaa. Yudhillu bihii katsiiraa, wayahdii bihii katsiiraa [QS:(2):26]. Artinya: Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan mereka. Tetapi orang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpaan ini." Dengan (perumpamaan) itu, banyak yang dibiarkan-Nya sesat namun banyak juga yg diberi-Nya petunjuk.

 JADILAH ORANG YANG MEMPEROLEH PETUNJUK DENGAN MUSIBAH COVID-19.

Pesan Dakwah 7 Rajab 1441H

By: Prof. Veni Hadju


(PKPH, Makasar)-Tiada hari tanpa pemberitaan Coronavirus saat ini. Banyak hal yangg diberitakan, dari kematian yang terus meningkat dan luas penyebarannya, sampai berbagai cara yangg ditempuh untuk menyelamatkan diri dari virus yang mematikan ini. Sekolompok orang di China dikabarkan menghadiri shalat berjamaah di mesjid-mesjid untukk memohon pertolongan Allah. Mereka pasrah dan berserah diri kepada-Nya.
 
Sungguh ini ujian yg sangat berat. Perekonomian China terpuruk. Kebebasan mereka terkekang.  Penerbangan dari dan ke sana ditutup. Bahkan masalah rasial muncul di banyak negara. Banyak warga yang merasa tidak aman bertemu atau berpapasan dengan mereka. Semua ini tidak pernah dipikirkan oleh para penguasa China yang bangga dengan kejayaannya. Apalagi dalam tiga tahun terakhir ini terdengar berita tentang kezaliman penguasa pada kelompok minoritas yang tidak berdosa.
 
Allah melalui Kitab mulia-Nya, berulangkali memperingatkan hamba-Nya akan azab yang pedih bagi orang-orang yang berbuat zalim. Manusia tidak berkuasa sedikitpun terhadap kehidupan di dunia ini. Manusia sangat lemah, sehebat apapun teknologi senjatanya, setinggi apapun ilmunya. Azab bisa datang seketika seperti banyak terlihat pada penduduk yang berbuat zalim sebelumnya. Semua ini agar manusia sadar untuk kembali berbuat baik.
 
Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Wa maa antum bimu'jiziina fil ardhi wamaa lakum minduunillaahi miwwaliyyi walaa nashiir (QS Asy syuura (42):31). Artinya: Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan juga seorang penolong selain Allah.
 
MINTALAH PERTOLONGAN HANYA KEPADA ALLAH DAN HENTIKAN KEZALIMAN TERHADAP SESAMA MANUSIA
 
Pesan Dakwah 19Jumadil Akhir 1441H
By: Prof. Veni Hadju
 
 
 
 
 

(PKPH,  Makasar)-Berita kematian akibat Coronavirus menyebar dengan cepat. Mencekam. Virus ini telah membunuh 132 orang di China dan telah menyebar ke 20 negara (Data 30 Januari 2020). Spekulasi bermunculan. Ada yg mengatakan ini adalah senjata biologis yang terlepas (escape) dari laboratorium. Ada yg mengaitkan dengan perilaku konsumsi makanan ekstrim. Ada juga yang mengatakan bahwa ini peringatan Allah untuk seluruh manusia.

Virus adalah makhluk Allah yang tunduk pada pencipta-Nya. Jenis virus berbeda-beda. Ada yang aman atau memberi pengaruh kecil terhadap kesehatan tubuh manusia namun ada yg memberi dampak buruk bahkan mematikan. Virus yangg berasal dari Kota Wuhan, China, yang menular saat ini (2019-nCoV) disebut para ahli paling mematikan. Diperkirakan jumlah korban akan terus meningkat.

Allah senantiasa mengingatkan hamba-Nya dengan tanda-tanda kebesaran-Nya. Keganasan Virus Corona yang kita saksikan saat ini hanyalah peringatan kecil bahwa kehebatan manusia tidak ada artinya sama sekali. Bagaimana hebatnya kaum Ad, kaum Tsamud, kaum Lut dan Fir'aun yang akhirnya hancur karena kesombongan mereka dan perbuatan mereka sewenang-wenang di muka bumi.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Walaqad akhadznaa aala fir'auna bissiniina wanaqshim minatstsamaraati la'allahum yadzdzakkaruun (QS Al-A'raaf 7:130). Artinya: Dan sungguh Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.

JADIKANLAH PELAJARAN DARI APA YG MENIMPAMU DAN ALLAH BERSAMA ORANG YANG BERBUAT BAIK

Pesan Dakwah 7 Jumadil Akhir 1441H
By: Prof. Veni Hadju

(PKPH,Makasar)—Tiba-tiba nama ini menjadi viral. Chaerul (33), seorang pemuda tidak tamat Sekolah Dasar (SD), dari daerah Pinrang, Sulawesi Selatan, berhasil menerbangkan pesawat jenis ultralight buatan sendiri. Walaupun hanya mengudara 20 menit di wilayah pantai, aksi pria pekerja bengkel ini mencengangkan. Ia belajar otodidak dari Youtube dengan menggunakan barang bekas. Setelah melalui kegagalan demi kegagalan, mimpi terbang bersama pesawat buatannya sendiri menjadi kenyataan. Berhasil terbang.

Tidak ada yang tidak mungkin. Ini jawaban Chaerul dalam proses pembelajarannya. Banyak yang bisa diambil dari kisah suksesnya. Dia ulet, bekerja keras, tidak kenal menyerah, dan tabah menerima cemoohan orang di sekitarnya. Tidak mengharap pujian, tidak mengharap bantuan dana, dan punya semangat berkorban untuk sesuatu yang ingin diwujudkan dalam hidupnya.

Begitulah hidup ini. Tidak sedikit orang yang berilmu tinggi (banyak titel dan gelar) tapi tidak berbuat karena selalu berharap bantuan. Masih banyak orang yang dikatakan terpelajar tapi sering mengeluh dibanding berbuat. Sering juga kita melihat orang yang banyak bicara tapi tidak terlihat hasil pekerjaanya. Padahal Allah menyuruh kita untuk terus belajar dan berbuat untuk lebih baik. Hari ini lebih baik dari hari kemarin. Perjuangan yang sungguh sungguh pasti akan beroleh kemudian di akhirnya.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Walladzina jaahadu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa, wa innallaha lama’al muhsinin [QS: Al ‘Ankabut (29): 6]. Artinya: Dan orang orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang yang berbuat baik.

BERBUATLAH, JANGAN PEDULI KATA ORANG YANG MENJAUHKAN KAU DARI MIMPIMU.

 

Pesan Dakwah 29 Jumadil Awal 1441H

By: Prof Veni Hadju

(PKPH, Makasar)—“Kalau sudah jodoh tidak akan lari kemana”. Kalimat ini sudah tertanam kuat dan semua menyetujui kebenarannya. Artinya, rasio dan hati setiap manusia menerima bahwa hidup ini ada yang mengatur. Bagaimanapun usahanya, kalau belum jodoh, belum berhasil. Hidup ini sudah ada ketentuannya, apakah itu pasangan hidup, pekerjaan, rezeki, tempat tinggal, kapan dan dimana kita wafat.

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu seseorang yang saat ini punya bisnis yang terus berkembang dan mendatangkan keuntungan bermilyar-milyar. Ia termasuk dalam salah satu dari milyuner di negara ini.  Dalam suatu pertemuan, dia berkata bahwa apa yang diraihnya adalah karena kerja kerasnya dan pantang menyerah. Baginya, semua yang diinginkan asal terus dikejar dengan keuletan dan kesabaran pasti akan berhasil. Tentu, jika Allah menghendakinya.

Allah memang telah menetapkan kadar setiap hamba-Nya. Ada orang yang diberikan kemampuan untuk terus bekerja dan mencapai apa yang diinginkannya. Ada juga orang yang diberi talenta yang luar biasa sehingga memperoleh rezeki yang melimpah. Namun, orang yang gagal juga tidak sedikit. Setiap orang berbeda hidupnya, setiap orang berbeda kadarnya. Namun yang harus diingat, kehidupan dunia bukanlah yang sebenarnya.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: Wamaa haadzihil hayaatuddunya illaa lahwuw ala’ib, wa innad daaral aakhirata lahiyal hayawaanu lau kaanuu ya’lamuun [QS Al Ankabut (29): 44]. Artinya: Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.

JODOH ANDA SUDAH ADA DAN JADIKAN ITU UNTUK MENDAPATKAN KEHIDUPAN AKHIRAT YANG TERBAIK.

Pesan Dakwah 24 Jummadil Awal 1441H

By: Prof Veni Hadju

(PKPH, Makasar)-Siapa yang menurunkan hujan dari langit? Siapa yang mengarahkan hujan ke daerah tertentu? Siapa yang menentukan berat ringannya curah hujan di suatu daerah? Buat apa hujan diturunkan? Apakah ada kehidupan kalau hujan tidak ada? Apa yang ada pada air hujan? Bagaimana seandainya air hujan asin?

Pertanyaan-pertanyaan diatas dijawab Allah dengan jelas dalam Kitab-Nya yang mulia. Berulang kali Allah mengingatkan manusia, bahwa Sayalah yang menurunkan hujan. Sayalah yang mengarahkan hujan turun disuatu tempat. Sayalah........., Manusia tidak kekuatan sama sekali. Jangankan menurunkan hujan, menyetopnya pun tidak sanggup. Allah, Sang Pencipta, tahu bahwa manusia butuh air, manusia perlu tanaman dan hewan ternak untuk dimakan. Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya.

Kemarin saya bertemu teman dari Manila, Philipina, yang mengatakan bahwa sudah setahun ini tidak ada hujan di kotanya.  Ada juga info tentang beberapa daerah di Australia yang dilanda suhu udara tinggi dan tidak ada hujan. Allah tentu pada waktunya akan menurunkan air hujan dengan kasih sayangNya. Hanya sayang sekali banyak hamba yang kurang berterima kasih atas segala nikmat yang diberikanNya selama ini.

Maha Benar Allah dengan FirmanNya: Afara aitumul maa alladzi tasyrabuun, a antum anzaltumuuhu minal muzni am nahnul munziluun, lau nasyaa u ja’alnaahu ujaajan falaulaa tasyakuruun [QS Al Wa’qiah (56):68-70]. Artinya: Pernahkan kamu perhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya ataukah Kami yang menurunkan? Sekiranya kami menghendaki niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur.

SYUKURILAH HUJAN YANG TELAH MEMBASAHI BUMI INI DENGAN SEMAKIN TAAT KEPADA PERINTAH-NYA.

Pesan Dakwah 16 Jummadil Awal 1441H

By: Prof Veni Hadju

Halaman 1 dari 2

Flag Counter

000810365
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
116
1028
8282
30239
32184
810365
IP Anda: 35.172.216.157
29-03-2020 02:37

Kontak :

Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI:

Harga Emas :

Harga Emas