Makanan Halal

Makanan Halal (30)

(PKPH, Jakarta)-Ada banyak ragam buah dengan bentuk, rasa dan warna serta nama yang berbeda yang pernah kita jumpai di dunia. Buah juga merupakan salah satu makanan yang menyehatkan bagi tubuh manusia. Begitu banyak jenis nama-nama dan bentuk buah, namun di sini penulis hanya akan membahas enam jenis buah seperti yang disebutkan dalam Al-Quran dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia.

Berikut enam buah yang disebut dalam Al-Quran dan manfaat bagi kesehatan:

  1. Buah Kurma

Buah kurma merupakan salah satu buah khas Timur Tengah. Biasanya kurma di Indonesia banyak dijumpai hanya selama bulan Ramadhan. Dengan tekstur buah kurma yang legit dan manis membuat banyak orang menyukainya. Buah kurma mengandung fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna. Makanan ini juga sangat cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa karena dapat menggantikan energi yang hilang.

Kurma juga dijadikan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berfikir seperti yang disampaikan oleh Allah dalam Al-Quran surat Ar-Ra’d ayat 4 yang berbunyi;

 وَفِى ٱلۡأَرۡضِ قِطَعٌ۬ مُّتَجَـٰوِرَٲتٌ۬ وَجَنَّـٰتٌ۬ مِّنۡ أَعۡنَـٰبٍ۬ وَزَرۡعٌ۬ وَنَخِيلٌ۬ صِنۡوَانٌ۬ وَغَيۡرُ صِنۡوَانٍ۬ يُسۡقَىٰ بِمَآءٍ۬ وَٲحِدٍ۬ وَنُفَضِّلُ بَعۡضَہَا عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ فِى ٱلۡأُڪُلِ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَعۡقِلُونَ (٤)

“Dan di Bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Ar-Ra’d: 4)

Selain itu, kurma merupakan buah yang sering Allah SWT menyebutnya sebanyak 20 kali di 16 surah yang berbeda dalam Al-Qur’an. Bahkan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wasalam (SAW) menjadikan kurma sebagai makanan wajib sehari-hari dalam keluarga. Kurma juga dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia. Dari ujung akar sampai daun memiliki manfaat, dapat bertahan dalam suhu tinggi hingga 50º C dan dalam kadar garam yang ekstrim, bisa memiliki jangka waktu kadaluwarsa hingga 1,5 tahun.

Selain itu, kurma menurut ilmu kesehatan, juga sangat bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui anak untuk meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu.

“Berilah makan buah kurma kepada istri-istrimu yang sedang hamil, karena sekiranya wanita hamil itu makan buah kurma, niscaya anak yang lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun, serta cerdas. Sesungguhnya makanan Maryam tatkala melahirkan Nabi Isa adalah buah kurma. Sekiranya Allah menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada kurma, maka Allah akan memberikan buah itu kepada Maryam.” (H.R Bukhari)

Senada hadits tersebut, Dokter Muhammad an-Nasimi dalam kitabnya, ath-Thib an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadis (Pengobatan Ala Nabi dan Ilmu Modern) juga mengatakan bahwa perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan makanan dan minuman yang kaya akan unsur gula. Hal ini dikarenakan banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan jabang bayi, terlebih lagi jika hal itu membutuhkan waktu yang lama. Sehingga kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolennya, yaitu kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi. Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam Kurma basah (ruthab). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah dan cepat dicerna oleh tubuh.

Kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak, dengan kandungan 2,2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Kurma sangat bergizi serta memberi energi meskipun dalam jangka waktu yang panjang kita tidak mengonsumsi makanan, itu sebabnya kurma sangat baik dikonsumsi.

  1. Buah Zaitun

Zaitun merupakan salah satu tanaman yang bermanfaat bagi manusia. Bahkan Allah sering menyebutnya dalam Al-Quran, salah satunya dalam Surat An-Nahl ayat 11.

 يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرۡعَ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلۡأَعۡنَـٰبَ وَمِن ڪُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَتَفَڪَّرُونَ (١١)

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda [kekuasaan Allah] bagi kaum yang memikirkan. (An-Nahl:11) 

Selain buahnya yang dapat menyehatkan fungsi hati karena klorin yang terkandung di dalamnya, zaitun juga dapat melancarkan saluran pencernaan. Buah zaitun juga dapat diolah menjadi minyak zaitun yang bisa digunakan sebagai minyak untuk memasak, kecantikan wajah, menutrisi rambut  dan masih banyak lagi.

Manfaat buah zaitun berasal dari nutrisi, vitamin, mineral, dan senyawa organiknya, termasuk zat besi, serat, tembaga, vitamin E, senyawa fenolik, asam oleat (asam lemak tak jenuh) dan berbagai antioksidan.

  1. Buah Anggur

Buah anggur sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Selain itu, buah anggur juga di Indonesia sangat mudah didapatkan karena banyak terjual ditempat perbelanjaan seperti pasar atau toko buah. Anggur juga sering disebut dalam Al-Quran. Beberapa ulama berpendapat anggur disebut dalam Al-Quran sebanyak enam kali. Bahkan dalam Al-Quran melambangkan kenikmatan dan kurnia Allah kepada hamba-Nya, sebagaimana firman Allah.

,,,أَيَوَدُّ أَحَدُڪُمۡ أَن تَكُونَ لَهُ ۥ جَنَّةٌ۬ مِّن نَّخِيلٍ۬ وَأَعۡنَابٍ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ لَهُ ۥ فِيهَا مِن ڪُلِّ ٱلثَّمَرَ

“Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan,,,” (Al-Baqarah: 266)

Adapun manfaat dalam buah ini yaitu mengandung vitamin yang terdapat di dalam buah ini, antara lain mineral (fosfor), kalsium, vitamin A dan B serta gula (glukosa  dan fruktosa). Hal-hal itu sangat diperlukan oleh limpa dan dikeluarkan ketika diperlukan seperti ketika berpuasa.

Ibnul Qayyim menjelaskan, “Anggur termasuk buah-buahan yang terbaik dan paling banyak kegunaannya, bisa dimakan dalam keadaan basah maupun kering, yang hijau dan masak maupun yang masih mengkal. Anggur menjadi buah sesungguhnya bila dikombinasikan dengan buah-buahan, menjadi makanan pokok bila digabungkan dengan makanan lain, menjadi lauk bila dikombinasikan dengan lauk lain, menjadi obat bila dicampur dengan obat lain dan menjadi minuman bila dicampur dengan minuman lain.”

Manfaat anggur juga bisa membantu tajamkan daya ingat, termasuk mengurangi risiko Alzheimer. Para ilmuwan percaya, bahwa nutrisi dalam buah anggur mampu melindungi bagian otak yang berkaitan dengan memori terhadap kerusakan. Penelitian yang dilakukan oleh University of California yang dipimpin Dr. Daniel Silverman menemukan ada perubahan yang signifikan pada peserta yang mengonsumsi buah anggur dalam bentuk bubuk dua kali sehari selama 6 bulan.  Setengah peserta diminta mengonsumsi bubuk anggur setara dengan 72 gram anggur sehari dalam 6 bulan, hasil menunjukkan, bahwa makan buah anggur mempromosikan aktivitas metabolisme yang sehat di daerah otak yang berkaitan dengan memori.

“Hasil penelitian menunjukkan asupan rutin anggur dapat memberikan efek baik bagi daya ingat, termasuk perlindungan terhadap penurunan memori awal yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer,” kata Dr. Daniel. Ia menambahkan, hal itu berlaku untuk semua jenis anggur, baik anggur hitam atau putih. (A/R10/P1)

 

Oleh: Hasanatun Aliyah Wartawan Kantor Berita MINA

Sumber: MINANEWS

Bersambung….

(PKPH, Pandeglang)-Pernahkah  anda makan daging kelinci ? Banyak yang bilang daging kelinci sangat lezat. Bolehkan kita memakan dagingnya? Kelinci adalah hewan kelompok mamalia, karena kelinci mempunyai kelenjar mammae, Kelinci mempunyai daun telinga, kelinci masuk dalam famili Leporidae, kelinci sangat mudah ditemukan dibanyak negara, kelinci berkembang biak dengan beranak atau vivivar. Sebelumnya kelinci ini disebut sebagai hewan liar yang hidup di Eropa hingga Afrika.

Klasifikasi Kelinci

Kingdom          : Animalia

Phylum            : Chordata

Class                : Mammalia

Order               : Lagomorpha

Family              : Leporidae

Genus              : Oryctolagus

Species            : Orictolagus cuniculus

 

Deskripsi Kelinci

Bagian tubuh kekinci di selimuti dengan bulu halus tetapi lebat, memiliki warna yang sangat bervariasi mulai dari warna hitam, kecokelatan, abu-abu, hitam putih, dan lain-lain. Bagian mata pada kelinci berwarna kemerahan, berbentuk bulat kelonjongan. Bagian hidung pada kelinci berbentuk silindris, mempunyai gigi seri di bagian depan berguna untuk memotong atau mengunyah rumput. Telinga pada kelinci panjang, tegak dan menghadap kedepan. Telinga ini memiliki warna yang sama dengan bentuk tubuhnya. Sedangkan kaki pada kelinci memiliki dua pasang, satu pasang di bagian depan sangat panjang dan satu pasang di bagian belakang sangat pendek.

Panjang rata-rata pada kelinci ini mencapai 50-60 cm bahkan lebih, kelinci mampu memproduksi 6-10 ekor perindukan. Usia memproduksi indukan jantan dan betina minimal 5-6 bulan, tergantung pada varietas kelinci. Kumis pada kelinci hampir menyerupai kucing, sangat halus dan juga pertumbuhan jarang. Kumis ini terdapat di sekitar bagian hidung kelinci tepatnya di bagian samping kiri dan kanan hidungnya. Kelinci memiliki ekor yang sangat pendek 2-4 cm, terkadang tampak dan tidak.

Mengonsumsi daging kelinci merupakan pemandangan yang tak sulit dijumpai di masyarakat. Banyak dari mereka yang menyukai karakter khas daging ini. Bahkan, ada sebagian rumah makan yang khusus menyediakan masakan dari daging ini. Diantaranya masakan daging kelinci yang kita temui misalnya sate kelinci, kelinci gulai, tongseng kelinci dan beberapa masakan-masakan lain yang berasal dari daging kelinci.

Bagaimana hukumnya memakan daging kelinci?

 Dari Anas bin Malik radiyallahu’anhu, beliau menceritakan,“Kami pernah berusaha menangkap kelinci di lembah Marru Zhohran. Orang-orang berusaha menangkapnya hingga mereka kelelahan. Kemudian aku berhasil menangkapnya lalu aku berikan kepada Abu Tholhah. Diapun menyembelihnya kemudian daging paha diberikan kepada Nabi sahallallahu ‘alaihi wasallam.Dan beliau menerimanya.”(HR. Bukhari 5535, Muslim 1953, dan Turmudzi 1789).

Kemudian dalam hadist lain dari Muhammad bin Shafwan rdiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan, Saya menangkap 2 kelinci, namun saya tidak mendapat alat untuk menyembelihnya, hanya saya bisa menyembelihnya di Marwah. Kemudian aku tanyakan hal itu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau menyuruhku untuk memakannya. (HR. Nasal 4313, Abu Daud 2822, Ibnu Majah 3175) dan dishahihkan al-Albani).

Dua hadist di atas memberikan kesimpulan bahwa kelinci hukumnya halal. Dan ini merupakan pendapat Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Said, Atha, Ibnul Musayyab, Al-Laits, Malik, Asy-Syafi’I, Abu Tsaur dan IBnul Mudzir. Bahkan Ibnu Qudamah mengatakan, “Kami tidak mengetahui ada seorangpun ulama yang berpendapat haramnya kelinci kecuali satu riwayat dari Amr bin Al-Ash.” (Al-Mughni, 9/412)

Fatwa MUI: Memperbolehkan konsumsi Kelinci

Sidang MUI  di Jakarta pada 12 Maret 1983, Komisi Fatwa MUI menetapkan bahwa hukum memakan daging kelinci adalah halal. Keputusan ini didasari hadis yang diriwayatkan Jamaah – Nail al-Autarjus 7 hal.137.”Dari Anas, ia berkata: Melintas di depan kami seekor kelinci di Marri Zahran, maka orang-orang mengejar dan menangkapnya, dan aku mendapatinya. Maka aku memberikan kepada Abu Talhah lalu di sembelihnya. Dan ia mengirim kepada Rasulullah kedua pahanya dan beliau menerimanya.”

MUI juga mempertimbangkan surat permintaan Direktur Urusan Agama Islam Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Departemen Agama RI di Jakarta No:D11/5/HK.03.1/3647/1982 tanggal 27 November 1982 tentang daging kelinci. Termasuk pula surat Sekretaris Direktur Jendral Peternakan Direktorat Jendral Peternakan Departemen Pertanian RI di Jakarta No: 512NI1b/E tanggal 8 juli 1982.

Dari referensi tersebut, maka mengonsumsi kelinci adalah dihalalkan, sebab menurut hadist dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menetapkan bahwa hukum memakan daging kelinci adalah halal, sesuai ajaran islam.

 

Iin Yuwinani

Mahasiswa Prodi Biologi, Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan

Universitas Mathla'ul Anwar Banten

 

 
 
 
 
 

 

(PKPH, Cilegon)-Allah SWT selalu memberikan yang terbaik buat hambaNya, meskipun kadangkala sang hamba mengeluh dan tidak mau menerima pemberianNya, karena tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Orang beriman tentunya harus memiliki sifat qanaah, yakni perasaan cukup dengan pemberian Allah, meskipun kadang hanya menerima sedikit atau kurang.

Qanaah akan menjadikan seorang hamba senantiasa merasa kaya, walaupun berpenghasilan sedikit ataupun banyak. Hatinya selalu ridha dengan pemberian dari  Allah SWT, sehingga melahirkan perasaan senang, tenang, dan mulia, Allah berfirman,:

 “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS: Al Mukminun [23]:51).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,” Wahai manusia, sesungguhnya Allah adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik,dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul.

Musthafa Al-Maraghi menjelaskan, Allah SWT memerintahkan bukan hanya kepada para RasulNya, namun juga untuk seluruh umat Islam, untuk makan makanan halal dan beramal shalih; dua perintah yang disandingkan ini mengisyaratkan bahwa, makanan halal adalah sebagai sumber energi untuk ibadah, kebaikan dan amal shalih, amal kebaikan yang diteladankan  oleh Rasulullah SAW. Makanan halal melahirkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Salah satu kebahagian di dunia, adalah sebagai sumber energi atau tenaga untuk berbuat baik dan  amal shalih.

Silaturahmi HA IPB-Gubernur Banten

 

Kenapa kita malas dan berat untuk berbuat baik ?

Makanan berfungsi sebagai: sumber energi, perbaikan sel yang rusak, dan pertumbuhan sel tubuh. Energi digunakan untuk melakukan metabolisme tubuh, sehingga tubuh dapat melakukan aktivitas dan rutinitas sehari hari, seperti: bekerja, belanja, jalan-jalan, pengajian, dan lain sebagainya.

 Ibnu Katsir menjelakaskan, makanan yang halal adalah makanan yang baik yang dihalalkan oleh Allah, sedangkan makanan yang baik adalah makanan yang tidak membahayakan tubuh dan akal. Dekan makanan halal, hati akan menjadi bersih, dengan hati bersih inilah akan tercermin sikap, ucapan, dan tindakan yang baik. Sebagai Muslim,  tugas kita adalah beribadah kepada Allah, menjalankan segala perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya.

 Mengapa kita malas dan merasa berat untuk berbuat baik?.  Saatnya Muhasabah atau introspeksi diri. Muhasabah adalah solusi tepat untuk menyadari dan merenugi segala perbuatan yang telah dilakukan sehingga kita dapat mengukur keberhasilan dan kekurangannya. Mari kita kembali koreksi dari hal yang mudah, makanakan. Makanan yang kita konsumsi setiap hari, jangan-jangan ada yang perlu kita review atau kaji ulang, apa yang telah masuk ke dalam mulut dan perut kita.

 Abu Said Al-Khudri, menyampaikan kisah, bahwa suatu hari Rasulullah SAW naik ke mimbar, lalu berkhotbah,:

 “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian ialah keberkahan bumi yang Allah keluarkan untuk kalian.” Sebagaian sahabat kemudian bertanya,”Apakah keberkahan bumi itu?” Rasulullah menjawab,”Perhiasan kehidupan dunia.”

Selanjutnya, seorang sahabat bertanya lagi,”Apakah kebaikan (perhiasan dunia) itu dapat mendatangkan kejelekan?”

Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah saw menjadi terdiam, sampai-sampai kami mengira bahwa beliau sedang menerima wahyu. Selanjutnya beliau menyeka peluh dari dahinya, lalu bersabda, “manakah yang tanya tadi?” sahabat yang tanya menyahut, “Inilah saya”.

Kemudian Rasulullah saw bersabda kepadanya,”

Kebaikan itu tidaklah membuahkan/mendatangkan kecuali kebaikan. Sesungguhnya harta benda itu tampak hijau (indah) nan manis (menggiurkan). Sungguh perumpamannya bagaikan rerumputan yang tumbuh di musim semi. Betapa banyak rerumputan yang tumbuh di musim semi menyebabkan binatang kekenyangan hingga perutnya bengkak dan akhirnya mati atau hampir mati. Kecuali binatang yang memakan rumput hijau, ia makan hingga perutnya telah penuh, ia segera menghadap ke arah matahari, lalu memamahnya kembali, kemudian ia berhasil membuang kotorannya dengan mudah dan kencing. Untuk selanjutnya kembali makan, demikianlah seterusnya. Dan sesungguhnya harta benda itu terasa manis, barang siapa yang mengambilnya dengan cara yang benar dan membelanjakannya dengan benar pula, maka ia adalah sebaik-baik bekal. Sedangkan barangsiapa yang mengumpulkannya dengan cara yang tidak benar, maka ia bagaikaan binatang yang makan rerumputan akan tetapi tidak pernah merasa kenyang, (hingga akhirnya iapun celaka karenanya). (HR muttafaq Alaih)

Demikianlah pentingnya makanan halal yang kita konsumsi, makanan halal akan membersihkan dan melembutkan hati, membentuk tubuh menjadi sehat dan kuat. Makanan halal dapat menjadi sumber energi untuk kebaikan, mengerjakan amal sholih, amal yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

 #Halal itu sehat

#Halal energi untuk kebaikan

#Halal untuk semua

 

 

Hadi Suslo,

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

(PKPH, Cilegon)- Ilmu pengetahuan dan teknologi pembuatan bahan  atau produk pangan telah dan terus berkembang, hal ini berdampak juga pada status kehalalan bahan dan produk pangan yang dihasilkan. Pelaku usaha atau industri menggunakan bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penunjang untuk menghasilkan produk yang  mengundang selera dengan mengubah tekstur, rasa, dan warna. Hal inilah yang sebagaian besar masyarakat tidak tahu status kehalalan bahan dan proses produksinya. Inilah yang termasuk dalam perkara samar (syubhat).

Produk halal dan baik adalah untuk semua manusia, dengan mengkonsumsinya manusia akan sehat jasmani, akal, dan rohaninya. Berikut adalah tips untuk  memilih bahan dan produk pangan halal:

  1. Produk Pangan Kemasan

Pilihlah produk kemasan, dan lihat label/logo Halal dari Lembaga Sertifikasi Halal di Indonesia atau Lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri yang telah bekerjasama. Saat ini sertifikasi halal di Indonesia masih dikeluarkan oleh LPPOM MUI.

  1. Produk Pangan NonKemasan

Produk pangan nonkemasan, misalnya daging, periksalah sertifikat halal dari Lembaga Sertifikasi Halal di Indonesia atau Lembaga Sertifikasi Halal di negara pengekspor daging tersebut. (untuk importir daging, periksalah nama negara tujuan pengiriman daging tersebut, jika bukan dikirim ke Indonesia, maka jangan dibeli).

  1. Produk Pangan di Restauran, gerai, warung, dan kedai

Produk-produk tersebut lihatlah Sertifikat Halalnya (Lihat juga tanggal kedaluwarsanya di sertifikat halal tersebut, serta jenis-jenis makanan yang disertifikasi. Jika masa berlaku sudah kedaluwarsa, maka konsumen jangan makan dan minum atau membeli. Demikian juga, bila tidak terlihat jenis makanan/minuman yang tertulis di sertifikat halal tersebut. Jangan dibeli/dikonsumsi.

  1. Kuas dari bulu hewan

 Pilih kuas yang bertuliskan asal bulu kuas, misalnya: kuas berus kambing (goat hair/pool pastry), jangan pilih yang bertuliskan kuas dari bulu babi (Hog bristle), atau kuas yang tidak jelas asalnya.

  1. Hindari Peralatan Makan yang tidak halal

Sekarang banyak beredar peralatan makan, seperti: mangkok, piring, gelas, cangkir yang ada tulisan: Fine bone, super bone, atau mild bone. Bahan ini banyak menggunakan tulang babi dalam proses produksinya. Perlu dikaji kehalalannya.

  1. Periksa Komposisi Bahan Pangan

Apabila status kehalalan produk pangan belum jelas, periksalah komposisi produk pangan tersebut. Lihat komposisi bahan bahan yang dipergunakan dalam membuat produk pangan tersebut.

Itulah tips memlih bahan dan produk pangan halal, dengan bentuk kehati-hatian itulah semua makanan yang dikonsumsi akan halal dan baik, sehingga jasmani dan rohani akan sehat. Kehati-hatian adalah wujud ketakwaan makhluk kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

 

Sumber: Buku Saku Produk Halal

(PKPH, Cilegon)–Allah  memegang seluruh urusan dan mengatur rizki semua makhlukNya, Allah Yang Maha Mengetahui seluruh rahasia alam semesta, telah menetapkan apa-apa yang halal dan baik bagi manusia untuk dimakan. Semua makanan yang halal dan baik merupakan makanan pilihan dengan kualitas super yang dapat menyehatkan jasmani dan rohani, dan pasti tidak membahayakan untuk seluruh manusia, baik Muslim atau Non Muslim, Sebaliknya dengan makanan yang haram, pasti membahayakan jasmani dan rohani.

Syaitan akan selalu menggoda dan menyesatkan manusia dari syariat yang ditetapkan Allah dengan mengharamkan yang halal, dan menghalalkan yang haram. Sayyidina Ali meriwayatkan, bahwa Rasululah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang hidup dari makanan yang serba halal, cerahlah agamanya, lembutlah hatinya dan tidak ada dinding penghalang bagi doanya. Dan barang siapa yang makan dari makanan yang subhat, samarlah agamanya dan gelaplah hatinya. Dan barang siapa yang makan dari makanan yang haram, matilah hatinya, ringanlah agamanya, lemahlah keyakinannya dan Allah menutup doanya, serta sedikitlah ibadahnya. (Al Hadist)

Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram(baik dzat maupun hukumnya), maka api neraka lebih berhak atasnya.(HR Tirmidzi)

Setiap makanan atau minuman akan diproses melalui metabolisme dalam tubuh untuk: sumber energi, pertahanan tubuh, dan pertumbuhan sel. Dengan makanan yang haram tentunya akan menghasilkan sel yang haram, Sel yang haram ini akan tumbuh menjadi otot atau daging yang haram. Daging yang haram inilah yang akan menjadi salah satu bahan api neraka.

Marilah, di bulan suci Ramadhan, saatnya kita introspeksi diri, saatnya muhasabah diri, jika hati kita sulit untuk khusyu’ dalam ibadah, atau jika terasa berat hati untuk memenuhi seruan kebaikan, dan jihad fi sabilillah, atau lebih ada kecenderungan hati kepada maksiat dan kemungkaran, mungkin hal ini bisa terjadi karena apa yang kita makan dan minum atau yang kita pakai ada yang tercampur dengan yang diharamkan Allah. Makanan halal akan melembutkan hati,  hati  menjadi bersih dan peka untuk menerima kebenaran yang telah ditetapkan Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

 

Hadi Susilo

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas  Mathla’ul Anwar  Banten

Islam agama fitrah bagi manusia yang ingin hidup tumbuh dan berkembang dengan baik. Disebut fitrah karena ajarannya sempurna dan komperhensip dimana syari’atnya mencakup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hidup dan kehidupan manusia itu sendiri baik secara pribadi mapun sebagai anggota masyarakat sesuai dengan status masing-masing dimana dan kapanpun.

Salah satu ajarannya adalah tentang ketentuan makanan dan minuman yang halal/dibolehkan dan makanan dan minuman yang haram/ dilarang.

 

1.Kenapa Harus Halal ?

Ada tiga alasan :

  1. Karena perintah agama sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
  2. Karena untuk memelihara kesehatan jasamani dan rohani.
  3. Akan membentuk pribadi yang cerdas. 

Seseorang yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal didasarkan pada perintah agama tentu akan selalu berhati-hati, disamping mencari makanan dan minuman yang baik dan sehat dia juga berhati-hati dalam memilih sesuatu agar sesuai dengan aturan Allah demi mengharapkan ridhoNYA dan menghindari adzabNYA. Sikap tersebut diatas akan membenrtuk dirinya menjadi pribadi yang cerdas karena dia akan selalu beruntung.

Bila pribadi-pribadi ini tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat dengan baik, maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dimana para anggotanya/warganya selalu tolong menolong, bantu membantu sesamanya dan menjauhi hal-hal yang menimbulkan perselisihan dan permusuhan sesamanya maka terwujudlah masyarakat terbaik dan harmonis yang menjadi idaman bersama.

 

2. Kriteria Makanan dan Minuman yang Halal dan Haram

Setelah memperhatikan ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi serta kaidah fiqhiyah tersebut diatas tadi maka kita bisa menarik kesimpulan tentang kriteria makanan dan minuman yang halal berikut contohnya adalah sebagai berikut :

  1. Kriteria tentang makanan yang halal.

Perlu diketahui bahwa halalnya suatu makanan harus meliputi tiga hal :

  1. Halal karena dzatnya. Artinya, benda itu memang tidak dilarang oleh hukum syara’, seperti nasi, susu, telor, dan lain-lain.
  2. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya tidak sesuai dengan hukum syara’ maka menjadi haramlah ia. Sebagaimana, mencuri, menipu, dan lain-lain.
  3. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam maka dagingnya menjadi haram.

 Kriteria makanan  yang halal adalah sebagai berikut:

  1. Bergizi dan tidak mengandung racun yang menyebabkan penyakit
  2. Bermanfaat bagi tubuh untuk pertumbuhan
  3. Tidak disatukan dan tidak tercampuri barang haram
  4. Tidak memabukkan
  5. Diperoleh dengan cara yang halal

Contoh makanan yang halal :Nasi, susu, telor dan daging hewan setelah disembelih secara syari’at islam.

Kriteria minuman yang halal adalah sebagai berikut:

  1. Tidak kotor dan tidak najis
  2. Tidak membuat mabuk
  3. Tidak merusak tubuh
  4. Mengandung manfaat bagi tubuh
  5. Diperoleh dengan cara yang halal

Contoh minuman yang halal: Air sumber, air kali, air kelapa dan minuman yang lainnya yang tidak memabukan atau membahayakan.

Kriteria Makanan  haram:

  1. Semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 3 dan surat Al-An’am ayat 145 yaitu bangkai, darah, daging babi, semeblihan atas nama selain Allah dan seterusnya.
  2. Semua makanan yang keji yaitu yang kotor dan menjijikan
  3. Semua jenis makanan yang dapat mendatangkan madhorot terhadap jiwa raga, akal, moral dan akidah.
  4. Semua makanan yang didapt dengan tidak halal seperti, pencurian ,korupsi, riba dan cara-cara lain yang dilarang agama.

 Contoh makanan haram: Darah, bangkai, nanah dan benda-benda lainnya.

 

 Kriteria Minuman  haram:

  1. Semua minuman yang memabukan atau apabila diminum menimbulkan madhorot.
  2. Minuman dari benda najis atau benda yang terkena najis.
  3. Minuman yang didapatkan dengan cara-cara tidak halal atau bertentangan dengan ajaran islam

Contoh minuman haram : Khomr, air yang kena najis, dan air lainnya yang menimbulkan bahaya.

Demikian dasar-dasar tentang pentingnya makanan minumam halal, Begitu pentingnya makanan dan minuman halal untuk seluruh umat manusia. Dan sesungguhnya yang Halal itu jelas, dan yang haram juga jelas, namun diantara keduanya banyak perkara yang syubhat (samar), yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barang siapa yag menjauhi perkara yang samar (syubhat), ia telah menjaga agama dan kehormatanya...

 

Oleh :

K.H. Abdul Wahid Sahari, MA

 

 

 

Muqoddimah

Islam agama fitrah bagi manusia yang ingin hidup tumbuh dan berkembang dengan baik. Disebut fitrah karena ajarannya sempurna dan komperhensip dimana syari’atnya mencakup semua aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hidup dan kehidupan manusia itu sendiri baik secara pribadi mapun sebagai anggota masyarakat sesuai dengan status masing-masing dimana dan kapanpun.

Salah satu ajarannya adalah tentang ketentuan makanan dan minuman yang halal/dibolehkan dan makanan dan minuman yang haram/ dilarang.

Kenapa Harus Halal ?

Ada tiga alasan :

  1. Karena perintah agama sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
  2. Karena untuk memelihara kesehatan jasamani dan rohani.
  3. Akan membentuk pribadi yang cerdas..

Seseorang yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal didasarkan pada perintah agama tentu akan selalu berhati-hati, disamping mencari makanan dan minuman yang baik dan sehat dia juga berhati-hati dalam memilih sesuatu agar sesuai dengan aturan Allah demi mengharapkan ridhoNYA dan menghindari adzabNYA. Sikap tersebut diatas akan membenrtuk dirinya menjadi pribadi yang cerdas karena dia akan selalu beruntung.

Bila pribadi-pribadi ini tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat dengan baik, maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dimana para anggotanya/warganya selalu tolong menolong, bantu membantu sesamanya dan menjauhi hal-hal yang menimbulkan perselisihan dan permusuhan sesamanya maka terwujudlah masyarakat terbaik dan harmonis yang menjadi idaman bersama.

 

Dasar Penentuan  Halal dan Haram Makanan  Minuman

 Berdasarkan dalil dari Al-Qur’an.

  1. Surat Al-Maidah ayat 4

 Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad): "Apakah yang Dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu(adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu  yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat cepat hisab-Nya.

  1. Surat Al-Baqoroh ayat 168

 Hai sekalian manusia,m akanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

  1. Surat Al-Baqoroh ayat 172

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

  1. Surat Al-Maidah ayat 93

Artinya : tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka Makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

  1. surat Al-Maidah ayat 96 :

 Artinya : Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

 

Ayat-ayat yang berkenaan dengan keharaman makanan dan minuman adalah sebagai berikut:

Surat Al-An’am ayat 145

Artinya : Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Perhatikan  surat Al-Maidah ayat 3

Artinya : diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Firman Allah surat Al-An’am ayat 121

Artinya : dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.

Firman Allah surat Al-Maidah ayat 90

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Ayat-ayat tersebut diatas sebagai anjuran kepada setiap manusia dan kewajiban bagi umat islam untuk mengkonsumsi makanan yang baik dan halal yang bergizi dan sehat dalam rangka ibadah kepada Allah. (bersambung)

 

oleh: KH.  Abdul Wahid Sahari, MA

 

(PKPH, JAKARTA) -- Binatang luwak merupakan hewan menyusui yang termasuk suku musang dan garangan. Binatang ini kerap ditemui di permukiman-permukiman. Lantas, bagaimana hukum mengonsumsi daging binatang luwak secara syariat Islam?

Dikutip dari laman resmi fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah, Senin (23/4), mengonsumsi daging luwak adalah halal. Fatwa tersebut berdasarkan kaidah yang berbunyi, Hukum asal segala sesuatu itu adalah boleh atau halal kecuali yang ditunjuk dalil sebaliknya. Sedangkan, binatang luwak bukan termasuk hewan yang dilarang dikonsumsi.  Binatang yang haram dikonsumsi sebagai diterangkan dalam Alquran dan hadis, antara lain, bangkai binatang darat, darah binatang yang mengalir, daging babi, binatang yang disembelih atas nama selain Allah, binatang yang tercekik, terpukul, terjatuh, ditanduk, diterkam binatang buas, juga disembelih untuk berhala.

Muhammadiyah merujuk pada ayat Alquran surah al-Maidah (5): 3. Kemudian, Muhammadiyah juga merujuk kepada hadis riwayat al-Bukhari, Diriwayatkan dari Ibnu Umarra, ia berkata: Nabi SAW melarang memakan daging keledai peliharaan. Binatang lainnya yang haram dikonsumsi adalah binatang bertaring, seperti harimau, srigala, singa, beruang, anjing, dan kucing. Hal tersebut sesuai dari bunyi hadis, Diriwayatkan dari Abu Tsa'labah ra.Bahwa Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang yang mempunyai taring dari kalangan binatang buas. (HR Al-Bukhari).

Kemudian, burung yang mempunyai cakar, sehingga mencengkeram mangsanya seperti rajawali, elang, dan burung hantu. Sebagaimana bunyi hadis, Diriwayatkan Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah SAW melarang (makan) setiap binatang yang mempunyai taring dari kalangan binatang buas dan setiap dan setiap yang mempunyai cakar dari kalangan burung. (HR Muslim).

Selain itu, binatang atau burung yang makanannya bangkai juga dilarang untuk dikonsumsi sebagaimana ayat Alquran surah al-A'raf (7): 157. Kemudian, binatang yang buruk dan menjijikkan, seperti kalajengking, serangga, dan cicak sebagaimana surah al-A'raf (7): 157. Lalu, binatang yang dilarang juga untuk dikonsumsi, yaitu binatang yang diperintahkan untuk membunuhnya, seperti ular, tikus, dan burung gagak. Hal tersebut sesuai bunyi hadis, Diriwayat kan Aisyah ra. Dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, 'Lima binatang fasik yang (sunat) dibunuh di daerah halal dan suci: ular, burung gagak yang abqa'(di punggung dan perutnya ada warna putih), tikus, anjing `aqur (yaitu yang buas dan memangsa), dan burung elang.' (HR Muslim).

Binatang yang dilarang untuk membunuhnya, seperti burung layang-layang, katak, semut, burung hud-hud, dan lebah juga haram dikonsumsi. Itu sebagaimana hadis yang berbunyi, Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW melarang membunuh burung layang-layang, katak, semut, dan burung hud-hud. (Ibnu Majah). Termasuk semua binatang yang membahayakan kesehatan atau membuat sakit sebagaimana bunyi hadis, Diriwayatkan dari Ubaidah bin as-Somit bahwa Rasulullah SAW menghukumi bahwa tidak boleh membahayakan diri dan membahayakan orang lain.(HR Ibnu Majah).

 
 

Sumber:  Republika.co.id

 
 

(PKPH, Pandeglang) Konsep produk atau makanan halal sekarang menjadi topik diskusi diseluruh dunia karena menjadi suatu alternatif patokan untuk keamanan, kebersihan dan jaminan kualitas dari apa yang kita konsumsi atau minum setiap hari. Demikian juga dengan produksi makanan atau minuman juga harus memenuhi “resep” halal yang dapat diterima oleh konsumen muslim maupun non muslim. Untuk konsumen muslim, halal berati bahwa produk telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh hukum syariah, sedangkan untuk konsumen non muslim, halal menjadi simbol kebersihan, kualitas dan keamanan produk saat diproduksi secara ketat dibawah sistem manajemen jaminan halal. Oleh karena itu, saat ini konsumen sangat peduli dengan dan sadar akan apa yang mereka makan, minum dan gunakan. Kesadaran muslim dan non muslim menggambarkan persepsi mereka dan reaksi terhadap produk atau makanan yang beredar dipasaran.

Halal dari bahasa Arab artinya “diperbolehkan, legal, dan sesuai hukum islam atau syariah”, dan jika dikaitkan dengan produk farmasetik, makanan dan minuman, maka halal dapat dimaknai sebagai produk farmasetik, makanan atau minuman yang dibolehkan dikonsumsi oleh seorang muslim. Makanan atau produk apapun yan tidak halal dilarang secara absolut untuk setiap orang islam kecuali dibawah kondisi darurat. Sebagaimana dalam surah Al-Baqarah ayat 168, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yan terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Dengan mendasar pada beberapa ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, menyatakan bahwa makanan adalah halal kecuali jika mengandung atau tercemar komponen-komponen berikut, yakni (1) bangkai, (2) darah yang mengalir atau yang telah membeku, (3) turunan (derivat) babi seperti daging babi, lemak babi, gelatin babi dan sebagainya, (4) hewan yang disembelih yang tidak menyebut nama Allah, (5) hewan yang disembelih sedemikian rupa sehingga mencegah darahnya mengalir keluar secara sempurna dari tubuhnya, (6) semua jenis yang memabukkan (intoksikan) seperti alkohol dan narkotika, (7) hewan karnivora (pemakan daging) seperti singa dan harimau, serta (8) burung.

Hubungan makanan halal dengan tingkat kecerdasan seseorang, diantaranya:

1. Mempengaruhi pertumbuhan tubuh dan kecerdasan akal.

Karena makanan dan minuman memiliki dominan pengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan kecerdasan akal manusia, maka Allah SWT memberi petunjuk dan memerintahkan makanan yang halal dan thoyyib, sehingga akan memberikan pengaruh yang baik pula bagi kehidupan fisik jasmani bagi yang mengkonsumsinya

2. Mempengaruhi sifat dan perilaku

Pada tubuh manusia terdapat sel-sel yang disebut dengan gen yang membawa dan membentuk sifat dan perilaku manusia. Selain itu, aktivitas tubuh dikoordinasikan oleh syaraf dan hormon. Makanan yang dikonsumsi diantaranya berfungsi untuk menjaga sel-sel dan fungsi organ, termasuk juga fungsi syaraf dan hormon. Dengan begitu makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi sifat dan perilaku manusia.

3. Mempengaruhi perkembangan anak dan keturunan

Makanan yan dikonsumsi seseorang juga mempengaruhi pertumbuhan sperma dan ovum. Setelah terjadi pembuahan, janin akan berada di rahim seorang ibu. Saat ibu mengandung, makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi pertumbuhan janin.

4. Mempengaruhi diterima atau ditolaknya amal dan ibadah

Tugas utama manusia di muka bumi adalah beribadah. Jika makanan dan minuman yang dimasukan kedalam tubuh saja tidak suci atau haram, maka jelas akan menghambat diterimanya doa.

Datangnya era globalisasi tidak dapat dihindari lagi, hal ini akan membawa konsekuensi banyak makanan dan minuman impor baik yang jelas keharamannya atau yang tidak jelas keharamannya beredar ditengah-tengah kita. Ditambah lagi banyak sekali bahan utama dan bahan tambahan makanan yang harus diimpor untuk memproduksi bahan pangan olahan didalam negeri, dimana tidak mudah mengenali asal bahan tersebut, dan menentukan kehalalan bahan tersebut.

Motto produk-produk halal untuk generasi cerdas merupakan semangat yang perlu dikembangkan dan direalisasikan oleh kita semua selaku generasi muda. Selain itu juga ini merupakan peluang bagi kita yang belajar dalam bidang sains kimia, biologi dan farmasi untuk berupaya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan analisis produk halal, penciptaan produk pangan, kosmetika dan farmasetika halal yang dapat berkompetisi dengan pasar global.

 

oleh:

Mia Mayangsari

Prodi Kimia, Fakultas Sains dan Farmasi

Universitas Mathla'ul Anwar Banten

(PKPH, Cilegon). Waktu terus berlalu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun juga bertambah, dan sekarang kita sudah memasuki tahun baru Islam, 1440 Hijriah, marilah kita syukuri. Saatnya kita melakukan muhasabah, instrospeksi diri, mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah, merenungkan dan merencanakan  hari esok, apa yang akan kita siapkan saat menghadap Allah.

Secara bahasa, syukur adalah menggambarkan niikmat dan menampakkannya, bersyukur pada hakekatnya adalah menggunakan nikmat yang diperoleh dari Allah untuk sesuatu yang diridhai dan disenangi Allah swt, bukan untuk sesuatu yang disenangi oleh dirinya dan manusia.  Lawan bersyukur adalah kufur, yakni mengingkari nikmat Allah. Membiarkan nikmat Allah menganggur dan tidak difungsikan sama sekali untuk untuk kemanfaatan umat dan tidak mengembangkannya, juga termasuk mengingkari nikmat Allah.

Banyak dalil-dalil yang menjelaskan tentang keutamaan bersyukur, Allah berfirman dalam Al Qur’an, “ Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti aku akan menambah nikmat kepadamu (QS: Ibrahim[12]:7). Disebutkan juga, orang yang bersyukur akan diridhai oleh Allah, Allah berfirman,” Jika Kamu bersyukur, Dia meridhoi kesyukurannya itu” (QS: Az-Zumar [39]:7). Demikian juga disebutkan dalam hadis, Rasulullah saw bersabda,” Orang makan yang bersyukur mendapatkan kedudukan sebagai orang puasa yang sabar,” (HR At-Tirmidzi).

Cara bersyukur kepada Allah ada tiga. Pertama, bersyukur dengan hati, mengakui dan meyakini bahwa nikmat itu berasal dari Allah. Kedua,bersyukur dengan amal perbuatan, menggunakan nikmat yang telah diberikan oleh Allah sesuai dengan ajaran islam dan dicontohkan oleh Rasulullah saw, jika diberi nikmat harta, maka dinafkahkan di jalan Allah, jika nikmat itu berupa ilmu, ilmunya dimanfaatkan untuk keselamatan, kebahagiaan, kesejahteraan dan diajarkan kepada orang lain.

Imam Al Ghazali menjelaskan tentang mensyukuri anggota tubuh, Beliau menjelaskan, ada tujuh anggota tubuh yang penting dalam mensyukuri nikmat Allah, pertama, Mata, tidak menggunakan mata untuk maksiat, kedua, Telinga, digunakan hanya untuk mendengarkan hal-hal yang baik, ketiga, Lidah, banyak digunakan untuk berdzikir dan mengucapkan hal-hal yang baik, keempat, Tangan, digunakan untuk melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain, kelima, Kemaluan, digunakan hanya bagi suami istri dengan niat memelihara diri dari yang haram, keenam, Kaki, digunakan untuk berjalan ke tempat yang baik, mencari rizki halal dan menolong manusia, ketujuh, Perut, hanya diisi dengan makanan yang halal dan tidak berlebih-lebihan, serta hanya untuk menguatkan ibadah kepada Allah.

Dengan memasuki tahun baru 1440 H, marilah kita tambah bersyukur kepada Allah, dengan semangat hijrah, semangat untuk menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dengan memilih dan menggunakan yang halal. Halal itu rahmat untuk seluruh umat manusia. Tahun Baru 1440 H adalah momentum bagi kita semua untuk menggunakan produk halal.

 

Hadi Susilo

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas mathla’ul Anwar Banten

Flag Counter

000643735
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
2532
1993
8300
23895
57163
643735
IP Anda: 34.231.21.123
13-11-2019 17:55

Kontak :

Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI:

Harga Emas :