Pelaku Usaha Siap Sukseskan Jaminan Produk Halal Dibawah Pemerintah

(PKPH, JAKARTA) – Jaminan Produk Halal (JPH) adalah jaminan kepastian hukum atas produk-produk halal yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia yang akan diterapkan mulai 17 Oktober 2019. Amanah UU No. 33 Tahun 2014 tentang JPH adalah bersifat wajib (mandatory) bagi setiap pelaku usaha yang memproduksi, mendistribusikan dan memperdagangkan produk makanan, minuman, obat, kosmetik, barang gunaan, produk kimia, biologi dan rekayasa genetik. Dan Pemerintah melalui institusi bernama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang akan menyelenggarakannya.

Karena berlaku wajib maka kesiapan pelaku usaha menjadi prasyarat penting. Jangan sampai ketentuan halal malah membuat usaha mereka menjadi lebih sulit. Ditemui setelah memberikan materi pada sosialisasi JPH untuk kalangan pelaku usaha makanan dan katering, Wakil Ketua Halal Institute, H. SJ Arifin menyatakan bahwa adanya ketentuan halal ini justru akan membangkitkan ekonomi usaha dalam jangka menengah maupun panjang. “Ini karena trend ekonomi halal sedang naik, bahkan tumbuh pesat seiring dengan menguatnya ekonomi umat islam” jelasnya.

Khusus untuk produk makanan dan minuman, Arifin menegaskan bahwa konsep halal itu bukan sekadar perkara syariah, tetapi juga kebersihan, kehati-hatian,  hiegienis dan kesehatan. Makanan halal kelak harus identik dengan kesehatan karena memang faktanya salah satu sumber penyakit terbesar adalah dari apa yang kita makan. “Maka namanya adalah halalan thayyiban, halal dan baik. Baik itu ya berarti hiegienis, bersih dan sehat. Ini saja sudah satu kelebihan yang akan membuat makanan halal kelak akan lebih diminati masyarakat, muslim maupun non muslim” sambung Arifin.

Menyangkut kesiapan para pelaku usaha, khususnya makanan dan minuman, Arifin menilai bahwa banyak kesalahpahaman yang muncul karena kurangnya sosialisasi dan rendahnya literasi halal. “itu kan hanya syakwasangka. Menduga-duga karena belum paham. Anda lihat sendiri tadi peserta sosialisasi di sini, semua antusias dan siap kok mengikuti JPH di era baru dimana Sertifikasi Halal dikeluarkan oleh pemerintah,” kata dia. Peserta sosialisasi yang dilaksanakan Halal Institute berasal dari beberapa perwakilan usaha yang cukup dikenal, seperti Texas Fried Chicken, Bakso lapangan tembak, PT Egafood, dan Infine Catering.

“Harapan kita semua adalah bagaimana mendukung program pemerintah yang sangat baik ini. Kita beri koreksi pada hal-hal yang kurang, misalnya soal Permenag yang sangat ditunggu. Tapi secara umum harus kita dukung, pungkas Arifin. (htn/69)

Sumber: Suara Merdeka.news

 
Read 329 times Last modified on Jumat, 04 Oktober 2019 02:08
Rate this item
(1 Vote)

Flag Counter

000588001
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
2133
2279
6236
25324
28329
588001
IP Anda: 18.208.159.25
15-10-2019 20:51

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI: