Apa Hukum Konsusmsi Daging Katak?

Katak adalah binatang amphibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang, pandai melompat dan berenang.

Klasifikasi  Katak

Berdasarkan tingkat taksonomi umumnya, katak di klasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom           : Animalia

Phylum             : Chordata

Class                 : Amphibia

Order               : Anura

Familia              : Ranidae

Genus              : Fejervarya

Species            : F. cancrivora

 

Deskripsi Katak

Fejervarya cancrivora merupakan katak besar, tekstur kulit memiliki lipatan-lipatan dan bintil-bintil memanjang searah dengan sumbu tubuh. Warna kulit bervariasi, coklat lumpur kotor dengan bercak gelap. Jari-jari kaki meruncing, selaput renang mencapai ujung,  kecuali 1 atau 2 ruas jari kaki keempat (yang terpanjang).

 

Habitat

Katak ini sangat banyak dijumpai di sawah-sawah. terdapat dalam jumlah banyak di sekitar rawa dan bahkan di daerah berair asin, seperti tambak atau hutan bakau.

 

Penyebaran

Indo-Cina,Hainan sampai sampai ke Filipina, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Irian Jaya (Introduksi).

 

Bagaimana hukumnya memakan katak?

Dari segi dalil, kita menemukan sebuah hadits yang menyebutkan tentang memakan hewan katak “Dari Abdurrahman bin Utsman Al-Quraisy bahwasanya seorang tabib (dokter) bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang kodok yang dipergunakan dalam campuran obat, maka Rasulullah SAW melarang membunuhnya.” (Ditakharijkan oleh Ahmad dan di Shahihkan Hakim, ditakhrijkannya pula Abu Daud dan Nasa’I).

Hadist dari  para ulama umumnya mengatakan bahwa memakan daging katak itu tidak halal. Sebab Rasulullah SAW melarang untuk membunuhnya. Seandainya boleh dimakan, maka tidak akan dilarang untuk membunuhnya. Hukumnya pun haram dimakan, meski tidak ada keterangan bahwa dagingnya najis atau haram dimakan.

Seandainya boleh dimakan, maka tidak akan dilarang untuk membunuhnya, Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Ahmad Ishaq, Alhakim dari Abdurrahman bin Utsman at-Tamimi. Silahkan periksa kitab Al Lubab Syahril Kitab jilid 3 halaman 230, juga kitab Takmilatul Fathi jilid 8 halaman 62, kitab Mughni Al-Muhtaj jilid 4 halaman 298 dan kita Al-Muhazzab jilid 1 halaman 250.

Mereka yang mengharamkan kodok juga mendasarkan larangan ini dengan dalil bahwa katak itu termasuk hewan yang menjijikan secara umum. Walhasil, kecenderungan jumhur ulama berpendapat bahwa katak itu tidak halal dimakan berdasarkan dalil dan kaidah diatas.

 

Fatwa MUI: Katak atau Kodok sebaiknya Dihindari

“Terkait katak atau kodok dan ada beberapa jenis lain,  MUI secara khusus pernah melakukan pengkajian”. Sekretaris Komisis Fatwa MUI Asrorun Ni’am. mengatakan binatang yang hidup di dua alam haram dikonsumsi, sekalipun binatang itu suci dan bisa dikembangbiakkan. “Para ulama beda pendapat, namun  jumhur (mayoritas ulama) menyatakan itu terlarang. Tapi MUI juga mengakui ada mazhab yang menyatakan daging katak atau kodok bisa dikonsumsi. Lalu apa kesimpulan dari kajian MUI tersebut? Ni’am menyata MUI menghimbau agar daging katak sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi mengingat adanya perbedaan pandangan para ulama.

“Fatwanya sudah ada. Mengimbau untuk memilih makanan konsumsi yang aman secara kesehatan dan keluar dari perbedaan pandangan fuqoha (ahli fikih). Kalau bisa dihindari, ya dihindari. Begitu, ya. Karena terjadi perbedaan pandangan di kalangan ulama,” kata Ni’am.

Kajian MUI ini,  menyimpulkan hal lain di samping soal konsumsi, yakni pengembangbiakan katak. Untuk poin kedua ini, MUI memberikan lampu hijau sepenuhnya. “Membudidayakan untuk kepentingan nonkonsumsi, seperti untuk menggemburkan tanah dan lain-lain, itu diperkenankan”, ujarnya.

Berdasarkan referensi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa katak hukumnya haram untuk dimakan, namun diperbolehkan membudidayakannya untuk kepentingan nonkonsumsi seperti untuk menggemburkan tanah dan lain-lain.

 

Iin Yuwinani

Mahasiswa Prodi Biologi

Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan

Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Read 174 times
Rate this item
(1 Vote)

Flag Counter

000550090
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
721
738
5402
15742
20488
550090
IP Anda: 34.204.194.190
21-09-2019 19:53

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI: