Konsumsi Bekicot, Halalkah ?

(PKPH, Pandeglang)- Bekicot  merupakan salah satu hewan yang biasa ditemukan di tempat-tempat lembab, dengan ciri khas memiliki tempurung yang berfungsi untuk melindungi dirinya. Tempurung bekicot ini selalu menyertainya dimana pun hewan ini berjalan, seperti halnya terjadi pada siput dan kura-kura.

Klasifikasi Bekicot

Berdasarkan tingkat taksonomi,  umumnya bekicot diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom          : Animalia

Phylum            : Mollusca

Class               : Gastropoda

Order              : Stylommatophora

Family             : Achatinidae

Genus             : Achatina

Species           : Achatina fulica

 

Deskripsi Bekicot

Morfologi

Bekicot memiliki tubuh lunak (Moluska) dan tidak memiliki tulang belakang. Tubuhnya dilindungi oleh cangkang dari bahan kapur yang kuat dan di dalamnya mengandung lapisan mutiara. Cangkang bekicot terpilin spiral dengan jumlah putaran tujuh, bentuk cangkang fusiform, tidak memiliki tutup cangkang dan warna cangkang coklat dengan pola-pola garis gelap dipermukaannya. Alat indra bekicot meliputi mata, ospharaduia dan statocyt. Berkaki lebar dan pipih pada bagian ventral tubuh.

Anatomi

Situs Viscerum atau anatomi bekicot terdiri dari System Respiratorium (Sistem Pernafasan) yaitu: Pallium (atap dinding rongga dalam perut), berfungsi sebagai paru-paru, pertukaran udara berlangsung pada bagian vassa-vassa. System Cardiovasculare (Sistem Peredaran Darah)  yaitu cor (jantung) terdiri dari 2 ruangan yaitu: atrium (warna kuning kemerahan) dan Ventrikel (warna putih). System Digestorium (Sistem pencernaa makanan) meliputi: Cavum oris (rongga mulut), Esophagus (kerongkongan), Ventriculus (Lambung),  Intestinum  (Usus), Anus (Muara keluar saluran). System Urogenitalis (Sistem kencing dan kelamin) meliputi : organa ropetica, dan Organa genitalia.

Akhir-akhir ini ramai terjadi di masyarakat penjualan daging bekicot. Umumnya hewan ini dimasak dalam bentuk sate, sehingga lebih dikenal dengan "sate bekicot". Masyarakat awam merespon fenomena tersebut dengan sikap yang berbeda-beda. Ada yang membeli dan mengonsumsinya, tanpa peduli apakah halal atau tidak, bahkan ada pula yang menganggap bahwa "sate bekicot" merupakan salah satu objek mata pencaharian.

Halal atau haramkah mengonsumsi  bekicot ?

Hukum mengonsumsi hewan ini adalah haram, karena hewan ini dianggap hewan yang menjijikan (menurut orang arab).”(Syekh Kamaluddin ad-Damiri, Hayat al-Hayawan al-Kubra, juz 1, hal.234)

Bekicot darat termasuk hasyarat, dan hasyarat hukumnya haram. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, diantaranya: Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, Daud Ad–Dhahiri, dan Syafiiyah. An-nawawi mengatakan,“Madzhab-madzhab para ulama tentang hewan melata bumi…, madzhab kami (syafiiyah hukumnya haram. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah, Ahmad, dan Daud. Sementara Malik mengatakan, boleh.” (Al-majmu’, 9/16).

Ibnu Hazm mengatakan,“Tidak halal makan bekicot darat, tidak pula binatang melata semuanya, seperti: cicak, kumbang, semut, lebah, lalat, cacing dan yang lainnya, baik yang bisa terbang, kutu kain atau rambut, nyamuk, dan semua binatang yang semisal. Berdasarkan firman Allah, yang artinya: “Diharamkan bagi kalian bangkai, darah….” Kemudian Allah tegaskan yang halal, dengan menyatakan,”Kecuali binatang yang kalian sembelih.”

Kemudian Ibn Hazm menegaskan,“Sementara dalil yang shahih telah menegaskan bahwa cara penyembelihan yang hanya bisa dilakukan pada leher atau dada. Untuk itu, hewan yang tidak mungkin disembelih, tidak ada jalan keluar untuk bisa memakannya, sehingga hukumnya haram. Karena tidak memungkinkan dimakan, kecuali dalam keadaan bangkai, yang tidak disembelih. (Al-Muhalla, 6/76).

Fatwa MUI: Bekicot Haram Dimakan

“Hukum memakan bekicot adalah haram” Kata sekretaris komisi Fatwa MUI Asrorun Niam. Menurut doktor hukum islam ini, selain memakan, mengelola dan membudidayakan untuk konsumsi juga tidak boleh. “Demikian juga haram membudidayakan dan memanfaatkannya untuk kepentingan konsumsi” tambah Niam. Niam menjelaskan bahwa bekicot merupakan salah satu jenis hewan hasyarat. Sesuai ajaran islam, hukum memakan hasyarat adalah haram. “Sesuai jumhur Ulama, Hanafiyyah, Syafi’iyyah, Hanabilah, Zhahiriyyah, sedangkan Imam Malik menyatakan kehalalan jika ada manfaat dan tidak membahayakan” tuntasnya.

Fatwa MUI ini disahkan pada tahun2012. Fatwa ditandatangani Prof DR Hasanuddin AF selaku Ketua Komisi Fatwa. Berdasarkan referensi di atas, maka mengonsumsi hewan bekicot adalah hal yang di haramkan, sebab bekicot termasuk salah satu jenis hewan hasyarat. Sesuai ajaran islam, hukum memakan hasyarat adalah haram.  Sehingga meskipun sebagian orang ada yang menganggap bekicot sebagai hewan yang normal untuk dikonsumsi dan di anggap tidak menjijikan, maka penilaian sama sekali tidak mempengaruhi terhadap keharaman mengonsumsi hewan bekicot.

 

Iin Yuwinani

Mahasiswi Prodi Biologi Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

 

Read 155 times
Rate this item
(6 votes)
000508273
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
70
529
3225
8474
22023
508273
IP Anda: 54.92.148.165
21-07-2019 00:59

Flag Counter

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI: