Print this page
penggemukan sapi Cilegon penggemukan sapi Cilegon

Rezeki yang Halal

(PKPH, Cilegon)-Rasulullah SAW bersabda, :”Akan datang pada manusia  suatu masa, dimana motivasi (hidup) mereka adalah nafsu perut-perut mereka, kemuliaan mereka (diukur) dengan kesenangan (syahwat) mereka, orientasi mereka pada wanita-wanita mereka. Dan agama mereka adalah Dinar dan Dirham, mereka sejelek-jelek makhluk, dan bagi mereka tidak ada kesenangan (kebahagian) di sisi Allah,”(HR Ad-Dailami).

Setelah Libur Idhul Fitri usai, aktivitas kita mulai normal kembali. Kantor Pemerintah, Swasta, Lembaga Formal non Formal kembali melaksanakan rutinitasnya, menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Pejabat, Pegawai, Karyawan, Buruh, Petani, Pedagang, dan Nelayan mulai bekerja kembali, mencari rezeki untuk menghidupi keluarganya, membiayai pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraanya.

Rezeki berasal dari kata razaqa, yang berarti memberi. Rezeki diterjemahkan sebagai pemberian, yaitu pemberian dari Allah swt kepada hambanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan halal, berarti boleh atau mubah. Jadi, rezeki yang halal adalah bagaimana kita mendapat apa yang kita makan, minum, pakai, dan semua kebutuhan kita melalui jalan atau cara yang diperbolehkan oleh Allah.  Mencari rezeki yang halal merupakan kewajiban bagi setiap muslim, dan kita dilarang untuk memakan harta sesama dengan cara yang batil, Allah berfirman:

Dan janganlah sebagaian kamu memakan harta sebagaian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil. (QS Al Baqarah[2]:188), Rasulullah saw juga bersabda,”Mencari rezeki dengan jalan halal adalah kewajiban diantara kewajiban yang ada (HR Ath Thabrani).

 Rasulullah saw menyebutkan, ada  satu dosa yang tidak dapat ditebus dengan shalat, istighfar, haji, dan amalan-amalan lainnya. Dosa itu hanya bisa ditebus dengan mencari harta yang halal. Rasulullah saw bersabda,”

Sesungguhnya diantara dosa-dosa, ada satu dosa yang tidak dapat dihapus oleh sholat, tidak pula oleh puasa, tidak pula oleh haji dan tidak pula oleh umrah.” Para sahabat kemudian bertanya, “lantas apa yang bisa menghapuskannya, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “keprihatinan dalam mencari rezeki.

Mata pencaharian atau pekerjaan yang halal merupakan sumber rezeki yang harus diusahakan, ini adalah sumber keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Jadikanlah rezeki yang halal dan berkah menjadi target usaha kita, dan jangan mudah tergiur dengan jumlah yang banyak namun tidak mendapat ridha dan barokah dari Allah swt.

Bagaimana kalau susah mendapatkan yang Halal ?

            Seringkali, kita sudah berusaha dengan keras, banting tulang mencari yang halal, namun ternyata hasil yang didapat masih belum mencukupi kebutuhannya, dan tak jarang juga dalam kondisi “kepepet”, seperti ini dan seiring lemahnya iman, akhirnya mengikuti langkah langkah syaitan, yang diharamkan oleh Allah dan Rasulullah, seraya berkata,” mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal. Inilah ujian!, ketidaksabaran seseorang atas ujian yang menimpanya seringkali menjerumuskan manusia ke dalam murka Allah. Hari ini semakin nyata sinyalemen yang disampaikan Rasulullah SAW, setiap hari kita jumpai sepak terjang dan hiruk pikuk manusia pemuja perut, budak nafsu syahwat, korupsi menyebar dimana-mana dan tanpa malu-malu. Mereka hanya mengejar kesenangan dan kepuasan, walaupun semuanya itu tidak pernah akan tercapai, kecuali dengan sabar dan bersyukur kepada Allah SWT.

            Allah selalu menyayangi dan mengasihi umatnya, serta mengingatkan, Allah berfirman,” Hai sekalain manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah setan, karena setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian. (QS Al Baqarah[2]: 168).

 Setan memang selalu menakut-nakuti manusia dengan kefakiran dan membisikkan agar manusia berbuat dosa. Allah berfirman,:

Setan menjanjikan (menakut-nakuti)  kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui. (QS AlBaqarah [2]: 268).

 Janganlah merasa disempitkan rezekinya dan jangan berprasangka buruk kepada Allah, atau merasa terlambat datangnya rezeki, ketika rezeki yang didapatkan sedikit. Rasulullah saw bersabda,” Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu terlambat datangnya. Sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati hingga telah datang kepada rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram (HR Abdurrazaq, Ibn Hibban, dan Al Hakim, di shahihkan oleh Al-Albani).

            Dengan memahami dan melaksanakan apa yang diteladankan Raulullah SAW, niscaya kita tidak pernah risau, gundah, atau tekanan batin karena memikirkan rezeki atau penghasilan. Allah Maha Pengatur, selalu Maha Pengasih dan Penyayang.

 

Halal itu nikmat

Halal itu berkah

Halal untuk kita semua

 

Hadi Susilo

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Read 451 times
Rate this item
(4 votes)
hadi susilo

Latest from hadi susilo

Related items