Makanan Halal Sumber Energi Kebaikan

(PKPH, Cilegon)-Allah SWT selalu memberikan yang terbaik buat hambaNya, meskipun kadangkala sang hamba mengeluh dan tidak mau menerima pemberianNya, karena tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Orang beriman tentunya harus memiliki sifat qanaah, yakni perasaan cukup dengan pemberian Allah, meskipun kadang hanya menerima sedikit atau kurang.

Qanaah akan menjadikan seorang hamba senantiasa merasa kaya, walaupun berpenghasilan sedikit ataupun banyak. Hatinya selalu ridha dengan pemberian dari  Allah SWT, sehingga melahirkan perasaan senang, tenang, dan mulia, Allah berfirman,:

 “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS: Al Mukminun [23]:51).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,” Wahai manusia, sesungguhnya Allah adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik,dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul.

Musthafa Al-Maraghi menjelaskan, Allah SWT memerintahkan bukan hanya kepada para RasulNya, namun juga untuk seluruh umat Islam, untuk makan makanan halal dan beramal shalih; dua perintah yang disandingkan ini mengisyaratkan bahwa, makanan halal adalah sebagai sumber energi untuk ibadah, kebaikan dan amal shalih, amal kebaikan yang diteladankan  oleh Rasulullah SAW. Makanan halal melahirkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Salah satu kebahagian di dunia, adalah sebagai sumber energi atau tenaga untuk berbuat baik dan  amal shalih.

Silaturahmi HA IPB-Gubernur Banten

 

Kenapa kita malas dan berat untuk berbuat baik ?

Makanan berfungsi sebagai: sumber energi, perbaikan sel yang rusak, dan pertumbuhan sel tubuh. Energi digunakan untuk melakukan metabolisme tubuh, sehingga tubuh dapat melakukan aktivitas dan rutinitas sehari hari, seperti: bekerja, belanja, jalan-jalan, pengajian, dan lain sebagainya.

 Ibnu Katsir menjelakaskan, makanan yang halal adalah makanan yang baik yang dihalalkan oleh Allah, sedangkan makanan yang baik adalah makanan yang tidak membahayakan tubuh dan akal. Dekan makanan halal, hati akan menjadi bersih, dengan hati bersih inilah akan tercermin sikap, ucapan, dan tindakan yang baik. Sebagai Muslim,  tugas kita adalah beribadah kepada Allah, menjalankan segala perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya.

 Mengapa kita malas dan merasa berat untuk berbuat baik?.  Saatnya Muhasabah atau introspeksi diri. Muhasabah adalah solusi tepat untuk menyadari dan merenugi segala perbuatan yang telah dilakukan sehingga kita dapat mengukur keberhasilan dan kekurangannya. Mari kita kembali koreksi dari hal yang mudah, makanakan. Makanan yang kita konsumsi setiap hari, jangan-jangan ada yang perlu kita review atau kaji ulang, apa yang telah masuk ke dalam mulut dan perut kita.

 Abu Said Al-Khudri, menyampaikan kisah, bahwa suatu hari Rasulullah SAW naik ke mimbar, lalu berkhotbah,:

 “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian ialah keberkahan bumi yang Allah keluarkan untuk kalian.” Sebagaian sahabat kemudian bertanya,”Apakah keberkahan bumi itu?” Rasulullah menjawab,”Perhiasan kehidupan dunia.”

Selanjutnya, seorang sahabat bertanya lagi,”Apakah kebaikan (perhiasan dunia) itu dapat mendatangkan kejelekan?”

Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah saw menjadi terdiam, sampai-sampai kami mengira bahwa beliau sedang menerima wahyu. Selanjutnya beliau menyeka peluh dari dahinya, lalu bersabda, “manakah yang tanya tadi?” sahabat yang tanya menyahut, “Inilah saya”.

Kemudian Rasulullah saw bersabda kepadanya,”

Kebaikan itu tidaklah membuahkan/mendatangkan kecuali kebaikan. Sesungguhnya harta benda itu tampak hijau (indah) nan manis (menggiurkan). Sungguh perumpamannya bagaikan rerumputan yang tumbuh di musim semi. Betapa banyak rerumputan yang tumbuh di musim semi menyebabkan binatang kekenyangan hingga perutnya bengkak dan akhirnya mati atau hampir mati. Kecuali binatang yang memakan rumput hijau, ia makan hingga perutnya telah penuh, ia segera menghadap ke arah matahari, lalu memamahnya kembali, kemudian ia berhasil membuang kotorannya dengan mudah dan kencing. Untuk selanjutnya kembali makan, demikianlah seterusnya. Dan sesungguhnya harta benda itu terasa manis, barang siapa yang mengambilnya dengan cara yang benar dan membelanjakannya dengan benar pula, maka ia adalah sebaik-baik bekal. Sedangkan barangsiapa yang mengumpulkannya dengan cara yang tidak benar, maka ia bagaikaan binatang yang makan rerumputan akan tetapi tidak pernah merasa kenyang, (hingga akhirnya iapun celaka karenanya). (HR muttafaq Alaih)

Demikianlah pentingnya makanan halal yang kita konsumsi, makanan halal akan membersihkan dan melembutkan hati, membentuk tubuh menjadi sehat dan kuat. Makanan halal dapat menjadi sumber energi untuk kebaikan, mengerjakan amal sholih, amal yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

 #Halal itu sehat

#Halal energi untuk kebaikan

#Halal untuk semua

 

 

Hadi Suslo,

Direktur Pusat Kajian Produk Halal (PKPH)

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Read 178 times Last modified on Minggu, 09 Jun 2019 13:15
Rate this item
(6 votes)
000492968
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
137
964
1101
15192
16226
492968
IP Anda: 54.210.158.163
17-06-2019 02:35

Flag Counter

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
Dini (085727448081)
Zen (0811841317)
Hadi (081906112966)