Ini Jawaban Syaikh Muhammad Abduh Mengapa Babi Haram

(PKPH, Cilegon) - Salah satu binatang yang secara jelas dinyatakan haram dalam Islam adalah babi. Semua bagian dari babi, banyak dipakai dan dimanfaatkan,  mulai dari: daging, kulit, tulang, darah, organ dalam, baik dalam keadaan daging segar maupun produk turunanya. Babi dan produk turunannya  banyak dipakai dalam industri makanan dan minuman, yang bisa jadi kita tidak tahu dalam penggunaannya.

Islam mengharamkan babi, hal ini ditulis dalam Al Qur’an,  Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang".(QS Al Baqarah:173.


Allah telah menggariskan hukum  yang harus dipatuhi oleh manusia, dan hal ini tanpa diketahui oleh manusia mengapa Allah mengharamkannya. Seperti halnya diharamkannya  babi. Banyak orang yang beranggapan diharamkannya babi berhubungan erat dengan masalah kesehatan, karena kebiasaan babi yang selalu hidup ditempat yang jorok dan cara pembudidayaan yang tidak higinies. Seringkali babi juga dihubungkan dengan cacing pita karena babi lebih sering berada ditempat yang kotor. Daging babi bisa menjadi sumber penyakit.

Syaikh Muhammad Abduh saat mengunjungi Perancis, beberapa mahasiswa menanyakan tentang alasan Islam mengharamkan babi. Mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa di peternakan babi yang modern, kebersihan terjamin, proses sterilisasi sangat memadai, sehingga babi tidak akan terjangkit oleh cacing pita atau bakteri berbahaya.

Muhammad Abduh tidak langsung menjawab, tetapi meminta didatangkan dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina, serta dua ekor babi jantan dan satu ekor babi betina. Mahasiswa bertanya, untuk apa semua ini? Penuhi Apa yang saya minta,“jawabnya. Mereka memenuhi permintaan Muhammad Abduh, kemudian beliau mengurung dua ekor jantan dalam satu kandang dan keduanya saling bertarung untuk mendapatkan ayam betina.

Setelah itu beliau melepaskan dua ekor babi jantan dengan satu ekor babi betina. Kali ini keanehan yang mereka saksikan. Tidak ada perkelahian untuk memperebutkan babi betina. Tanpa rasa cemburu dan harga diri, babi jantan yang satu justru membantu babi jantan lainnya melaksanakan hajat birahi seksualnya. Inilah salah satu sifat babi yang akan menular pada pemakannya.

Seorang laki-laki pemakan babi akan membiarkan istrinya bersama laki-laki lain tanpa cemburu. Seorang ayah akan membiarkan anak perempuannya pergi bersama laki-laki yang bukan muhrimnya tanpa rasa khawatir dan was-was. Itulah  perilaku babi, semoga rahasia Allah perlahan akan terbuka. Namun apabila kita sebagai manusia yang memiliki kelemahan, kekurangan, dan keterbatasan ternyata tidak juga mampu menguak rahasia Allah, siapa tahu Allah  hanya menguji keteguhan iman kita sebagai khalifah dimuka bumi untuk mematuhi setiap larangan-Nya.

 

Hadi Susilo

Prodi Biologi Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan

Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Read 145 times
Rate this item
(4 votes)
000475596
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
289
303
3311
14046
16760
475596
IP Anda: 35.175.248.25
26-05-2019 23:22

Flag Counter

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
Dini (085727448081)
Zen (0811841317)
Hadi (081906112966)