panitia seminar halal panitia seminar halal

Kesadaran Mahasiswa Terhadap Produk Halal di Era Digital

(PKPH, Pandeglang) -- Era digital saat ini mengharuskan adanya arus perkembangan teknologi informasi yang terus berlangsung tanpa bisa dibendung, salah satu pengguna perangkat teknologi informasi adalah generasi muda terpelajar dalam hal ini adalah mahasiswa, hal ini dianggap wajar mengingat potensi mahasiswa yang besar baik dari segi kualitas SDM maupun secara kuantitas jumlah, ada sekitar 5 juta mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia, yang sebagian besar dari jumlah tersebut adalah mahasiswa muslim, maka dari itu perlu adanya suatu pemahaman yang signifikan yang ditujukan kepada mereka khususnya penggunaan teknologi informasi yang terarah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Diantara akses informasi digital yang perlu dipahami mahasiswa adalah penggunaan produk-produk halal yang berkembang di masyarakat, mengingat sebagian besar produk-produk halal yang beredar di pasaran belum memiliki standar kehalalan yang jelas, dalam hal ini belum tersertifikasi secara jelas oleh Majelis Ulama Indonesia, maka tugas mahasiswa untuk menyampaikan kepada masyarakat luas, untuk itu mahasiswa perlu dilatih secara SDM agar dapat menyampaikan penggunaan produk-produk halal kepada masyarakat dengan baik, karena mahasiswa adalah salah satu perantara atau penghubung yang baik antara masyarakat luas dengan pemerintah sebagai pemangku kebijakan, mahasiswa adalah agent of change atau garda terdepan dalam melakukan revolusi perubahan bangsa, karena itu mahasiswa perlu dipahamkan dan disadarkan mengenai penggunaan produk-produk halal, khususnya produk-produk yang beredar dan dipakai oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman diberikan kepada mahasiswa salah satunya melalui teknologi informasi yang berkembang, dengan arus teknologi informasi yang terus berkembang, maka penyebaran berita berlangsung lebih cepat dan efisien ketimbang mengumpulkan mahasiswa dengan jumlah yang banyak yang bahkan dengan total jumlah ribuan, yang selain juga tidak efisien juga ‘boros’ dari segi waktu, tenaga maupun finansial.

Strategi yang digunakan tentunya adalah dengan berdasarkan asas ‘kekinian’ menurut perspektif pandangan mahasiswa di era digital sekarang, sosialisasi di era digital dapat disampaikan secara mudah tanpa adanya batas wilayah geografis yang dapat melampaui lintas benua dan negara, penggunaan teknologi informasi tersebut diantaranya adalah media sosial Facebook, Whats App, Instagram, dan media audio visual seperti Film, You Tube dan lain-lain yang sejenisnya.

Prinsip-prinsip penting yang harus dilakukan dalam menyampaikan informasi digital kepada mahasiswa adalah berdasar asas ‘kekinian’, bagaimana penyampaian melalui media digital ini harus sesuai dengan ‘trend’ yang berlaku di tengah-tengah mahasiswa, baik penyampaian melalui media sosial maupun audio visual, karena jika tidak memperhatikan prinsip dengan asas ‘kekinian’ dan ‘trend’ yang berlaku di tengah mahasiswa, maka dikhawatirkan mahasiswa ‘gagal paham’ terhadap penggunaan produk halal dengan pengenalan berbasis media digital.

 Media penyampaian teknologi informasi di era digital saat ini setidaknya ‘dikuasai’ oleh 4 media digital raksasa, diantaranya adalah Facebook, Whats App, Instagram, dan You Tube, pada ke 4 media ‘raksasa’ inilah, arus informasi berlangsung dan berkembang secara mutakhir, dan pada mahasiswa khususnya, 4 media ‘raksasa’ itulah yang digunakan untuk ‘mengupdate’ berita informasi yang ‘kekinian’, yang sesuai dengan kebutuhan mereka, karena itu mahasiswa cenderung mempersepsikan sesuatu hal berdasarkan berita informasi yang mereka dengar dari arus media teknologi tersebut, karena itu sebaiknya mahasiswa diarahkan untuk diberi pemahaman mengenai penggunaan produk-produk halal yang sesuai dengan ‘trend’ dan kebutuhan mereka berdasarkan asas ‘kekinian’ serta bagaimana pengenalan mahasiswa tehadap produk halal tidak melanggar ketentuan hukum syariat islam.

Urgensitas produk halal perlu dijelaskan secara benar kepada mahasiswa, mengenai kenapa mereka wajib menggunakan produk halal, apa pentingnya bagi kehidupan sehari-hari, apa pengaruhnya terhadap kemaslahatan masyarakat, agama, kesehatan tubuh, ekonomi, budaya dan lain-lain, karena mahasiswa akan menyampaikannya kembali kepada masyarakat luas, untuk itu perlu adanya kesepahaman yang disampaikan sehingga informasi yang disampaikan mahasiswa kepada masyarakat luas tidak salah kaprah dan menimbulkan persepsi negatif, sekali lagi mahasiswa ‘digunakan’ sebagai media penghubung atau ‘jembatan’ antara masyarakat dengan pemerintahan selaku pemangku kebijakan.

 Penyampaian informasi di era media digital memerlukan unsur seni dan kreatifitas tinggi agar mahasiswa sebagai konsumen utama tidak merasa bosan dan jenuh, jangan sampai konsumen utama yang sebagian besar diisi oleh usia anak-anak ‘milenial’ ini merasa bahwa berita informasi mengenai penggunaan produk-produk halal terasa ‘kaku’ serta tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan mereka, karena itu diperlukan seni serta kreatifitas tinggi untuk membuat bagaimana sebuah ‘sajian’ di media Facebook, Instagram, Whats App, dan You Tube bisa terlihat menarik dalam persepsi mereka dan menimbulkan ‘gairah’ untuk terus menerus menggali informasi-informasi mengenai produk-produk halal.

Mahasiswa sebagai agent of change harus memiliki kesadaran mengenai pentingnya produk-produk halal, bukan hanya produk-produk berkualitas tinggi dan bermutu namun tidak memenuhi kaidah dan standar atau prinsip kehalalan, tetapi bagaimana sebuah produk bisa dinilai berkualitas tinggi dan bermutu dan juga bisa sesuai dengan prinsip kehalalan yang sesuai dengan hukum syariat islam.

Penekanan yang harus dilakukan untuk mempersepsikan mahasiswa dapat mengenal produk-produk halal adalah bahwa penggunaan produk-produk tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari mereka dan menimbulkan ‘impact’ yang positif bukan hanya dari segi jasmani namun juga rohani, dengan begitu mahasiswa merasa yakin dan mantap, dan dari persepsi positif inilah diharapkan mahasiswa sebagai ‘garda’ terdepan dalam menyebarkan kembali informasi produk-produk halal kepada masyarakat luas.

 

Oleh : Dody Riswanto, M.Pd

Akademisi Unma Banten dan Anggota Tim PKPH Unma Banten

Read 114 times Last modified on Kamis, 11 April 2019 02:03
Rate this item
(2 votes)
000475611
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
1
303
304
14061
16760
475611
IP Anda: 35.175.248.25
27-05-2019 00:00

Flag Counter

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
Dini (085727448081)
Zen (0811841317)
Hadi (081906112966)