Dosen Unma Banten Kunjungi Desa Wisata di Kawasan MAS Labuan-Jiput Pandeglang

(PKPH, Labuan)--Menindaklanjuti Program Perguruan Tinggi pendamping desa wisata oleh Kemenpar RI, dosen Universitas Mathla'ul Anwar Banten melakukan kunjungan ke beberapa desa wisata di Kawasan Mina Agrowisata Krakatau Labuan Jiput, Kabupaten Pandeglang pada hari Juma'at (20/3). Kunjungan ini  dalam rangka melakukan survey lokasi, inventarisasi potensi, dan identifikasi masalah yang terdapat di desa wisata.

Tim dosen Unma Banten, yakni: Ari Ekoprianto, Agus Setiawan, dan Tuti Rostianti didampingi oleh Konsultan Pemberdayaan Kawasan Perdesaan (PKP) Nina Kurniawati, melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di kawasan Labuan-Jiput. Kunjungan pertama dilakukan ke Desa Teluk Kecamatan Labuan, Salah satu desa terdampak tsunami 2018,  disana sudah mulai terlihat kelompok-kelompok nelayan yang mulai memperdagangkan hasil tangkapannya dan kelompok-kelompok masyarakat yang sudah mulai membangun usaha ikan asinnya. Walaupun masih dengan keterbatasan biaya dan kondisi alam yang belum begitu baik pacsa tsunami, kelompok usaha ikan asin sudah berjuang untuk memulihkan perekonomian desanya.  

Otak Otak Labuan, yang menjadi makanan khas desa di Labuan telah diproduksi. Kelompok usaha otak-otak  sudah mulai  memproduksi minilmal 200 buah otak-otak sesuai pesanan.  Ibu Yanti, salah satu  pemilik usaha otak-otak yang terkenal di Desa Teluk Kecamatan Labuan mengungkapkan masih butuh dorongan pemerintah dalam hal meningkatkan usahanya terutama bantuan alat produksi, seperti penggiling ikan yang belum ada bantuan sejak usaha otak-otaknya didirikan. Pendampingan dan optimalisasi usaha ikan asin dan otak-otak di Desa Teluk masih perlu didukung penuh agar usaha yang sudah ada disana dapat berjalan lagi, dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Jembatan gantung Sukacai-Banyuresmi

 

Kunjungan kedua dilakukan ke perbatasan Desa Sukacai dan Desa Banyu Resmi Kecamatan Jiput. Ada wisata yang akan dikembangkan disana.  Sarana dan prasarana sudah mulai dibangun untuk mendirikan desa wisata tersebut. Sebuah jembatan gantung beton penghubung desa yang sangat kuat dikelilingi oleh pepohonan bambu disekitar kawasan jembatan penghubung Desa Sukacai dan Desa Banyu Resmi. 

Pertemuan dengan tim Pokdarwis (Kelompok Masyarakat Sadar Wisata) Kecamatan Banyuresmi, didapatkan informasi dan potensi bahwa ada asset wisata yang produktif yang bisa dikembangkan, dan masih belum dioptimalikan.  Pokdarwis Desa Banyuresmi juga sudah membuat layout untuk kawasan wisata Outbound dan wisata kuliner yang siap dikembangkan. Selain itu adanya pohon bambu yang sangat banyak  memberikan inspirasi akan dibuat kawasandesa  wisata bambu.  Tim dari Pokdarwis Desa Banyuresmi sudah sering diundang berbagai pelatihan peningkatan wisata desa dan mereka adalah tim yang sudah solid.  Adanya industri  pengolahan kripik tempe juga menambah dukungan begitu besarnya potensi kawasan desa wisata yang akan dibangun disana. 

Tuti menambahkan pengembangan desa wisata butuh dukungan pemerintah dan sinergi lembaga terkait.  Lokasi siap, SDM siap, hanya optimalisasi dan dorongan yang kuat dari berbagai pihak agar kawasan desa wisata ini terwujud. (HS/02).

 

Read 259 times Last modified on Minggu, 17 Maret 2019 00:59
Rate this item
(2 votes)

Flag Counter

000528691
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
28
653
4769
14831
14061
528691
IP Anda: 34.236.38.146
24-08-2019 00:48

Kontak :

Ruang Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian
Gedung G ,  Universitas Mathla’ul Anwar Banten Jalan Raya Labuan Km 23 Saketi Pandeglang Banten.
KONTAK KAMI: